RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Selain fokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik kini tengah memprioritaskan pemenuhan sarana teknologi berupa perangkat komputer untuk menunjang proses pembelajaran siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Kepala Seksi (Kasi) Sarpras Dispendik Gresik, Muh. Khoirul Anam menjelaskan, keberadaan komputer di laboratorium sekolah sangat vital, tidak hanya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tetapi juga sebagai perangkat krusial dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Komputer di laboratorium sekolah nantinya digunakan untuk tes akademik TKA, sekaligus menunjang proses pembelajaran para siswa,” ujar Khoirul.
Baca Juga: Abaikan Teguran Dispendik, Wali Murid di Gresik Pasang Spanduk Protes Pungli Buku Bergambar Guru
Menurutnya, Dispendik merencanakan setiap laboratorium komputer sekolah akan dilengkapi dengan 32 unit komputer. Fasilitas ini akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang telah memiliki sarana laboratorium.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin, memberikan catatan penting. Ia meminta agar pemenuhan kebutuhan komputer tidak disamaratakan. Menurutnya, jumlah siswa di setiap sekolah berbeda-beda, sehingga perhitungan kebutuhan perangkat harus dilakukan secara proporsional.
“Karena setiap sekolah jumlah muridnya berbeda-beda. Sekolah dengan sekitar 1.000 siswa tentu kebutuhannya tidak sama dengan sekolah yang jumlah siswanya lebih sedikit,” tegas Zaifudin.
Baca Juga: Tunggu Arahan Kemensos, Siswa SRMA 37 Gresik Jalani PJJ Sebelum Kembali ke Asrama
Ia mencontohkan, sekolah dengan jumlah siswa yang besar tentu membutuhkan perangkat komputer lebih banyak. Jika jumlahnya terlalu sedikit, siswa akan terpaksa bergantian menggunakan laboratorium dari pagi hingga sore hari.
Oleh karena itu, ia mendorong Dispendik untuk segera merumuskan standar yang jelas mengenai jumlah komputer ideal berdasarkan jumlah siswa, rombongan belajar (rombel), serta jumlah laboratorium yang tersedia.
“Harus dicari formulanya. Setiap sekolah perlu dihitung berapa laboratorium yang dibutuhkan dan berapa kebutuhan komputernya,” jelasnya.
Baca Juga: Gelar Sidang TPP, Rutan Gresik Usulkan Hak Integrasi bagi 21 Warga Binaan
Untuk mematangkan rencana tersebut, Komisi IV DPRD Gresik akan kembali menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan melibatkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SMP, hingga para kepala sekolah.
Langkah ini diambil agar pemetaan kondisi sekolah dapat dilakukan dengan akurat sebelum pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2026.
“Kehadiran mereka sangat dibutuhkan, guna saling sering juga mencari solusi untuk menuntaskan persoalan pendidikan. Seperti fasilitas penunjang siswa belajar, karena selama ini masih ada sekolah yang belum memiliki perangkat sesuai kebutuhan siswa,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah