RADAR GRESIK – Implementasi program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang digagas oleh Gubernur Jawa Timur terus diakselerasi di sektor pendidikan.
Salah satu langkah inspiratif ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Gresik yang sukses mentransformasikan lahan sekolah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) produktif berbasis smart farming dan ketahanan pangan terpadu.
Tidak sekadar taman hijau biasa, RTH yang tersebar di tujuh titik strategis lingkungan SMAN 1 Gresik ini dirancang modern. Sistem perawatannya mengadopsi teknologi penyiraman otomatis, serta mengombinasikan berbagai metode tanam mulai dari hidroponik, budi daya media tanah konvensional, hingga sistem aquaponik yang mengintegrasikan budi daya ikan dan tanaman.
Berbagai sayuran tersedia di kebun hidroponik, mulai dari pakcoy, selada, dan sawi bisa dipanen dalam hitungan bulan.
Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, mengungkapkan bahwa proyek lingkungan ini dirancang untuk menanamkan jiwa kepedulian ekologis sekaligus kemandirian pangan di kalangan siswa. Pihaknya sengaja memanfaatkan pendekatan teknologi agar aktivitas bertani menjadi lebih dekat dan menarik bagi generasi muda.
“Melalui implementasi program SIKAP ini, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan di area perkotaan bukan hambatan untuk tetap produktif. Dengan sistem smart farming, anak-anak bisa belajar memadukan teknologi digital dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan secara riil,” ujar Irfan, Kamis (10/7).
Untuk menopang ketahanan pangan warga sekolah, kawasan ini juga dilengkapi dengan kolam budi daya lele yang lokasinya berdekatan dengan area tanam, serta sektor peternakan ayam petelur. Menariknya, seluruh hasil panen dari lele dan telur ayam ini tidak dikomersialkan, melainkan dibagikan secara berkala kepada para guru dan pengelola kantin sekolah.
Baca Juga: Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur Produktif
Langkah ini diambil agar hasil panen dapat diolah menjadi menu makanan sehat guna mendukung pemenuhan gizi seimbang di lingkungan sekolah.
Selain area makro, konsep urban farming (pertanian perkotaan) juga diterapkan dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan sekecil apa pun. Menggunakan media polibag, sekolah berhasil membudidayakan berbagai jenis buah-buahan seperti sawo, kedondong, belimbing, hingga jeruk.
Bahkan, beberapa tanaman buah tahunan seperti nangka yang ditanam di sudut lahan kini kondisinya sudah siap petik. Melihat keberhasilan ini, manajemen sekolah berencana ke depan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan sisa lahan sekecil apa pun untuk ditanami pohon buah produktif.
Baca Juga: Dongkrak Sektor F&B, Aston Gresik Hadirkan Sensasi Kuliner Street Food Autentik Khas Tokyo
Komitmen edukasi lingkungan di RTH ini kian lengkap dengan adanya klaster khusus yang memuat 25 jenis tanaman pokok dan obat. Di antaranya ketela rambat (ubi jalar), talas, ketela pohon, hingga bunga telang.
"Sebagai media pembelajaran digital, setiap tanaman telah dilengkapi dengan barcode khusus yang jika dipindai akan memuat informasi lengkap mengenai karakteristik dan manfaat tanaman tersebut. Guna mendukung kemandirian pupuk, di beberapa titik lokasi RTH juga disediakan fasilitas komposter modern untuk mengolah sampah organik sekolah menjadi pupuk kompos berkualitas," tutur Irfan.
Sistem keberlanjutan program ini digerakkan secara kolaboratif. Para siswa yang tergabung dalam sub-seksi Lingkungan Hidup OSIS didampingi oleh guru pembina, perwakilan kelas, serta petugas sekolah bertugas melakukan pengawasan berkala. SMAN 1 Gresik juga membentuk 'Duta SIKAP' yang diisi oleh perwakilan siswa dan guru sebagai motor penggerak kampanye lingkungan.
Baca Juga: Dorong Literasi dan Kreativitas Siswa-Guru, SMAN 1 Gresik Luncurkan 16 Buku Antologi
Di sisi lain, Tim Adiwiyata sekolah turut mengambil peran penting dengan memanfaatkan berbagai limbah organik dan anorganik untuk didaur ulang menjadi barang guna. Melalui sinergi program SIKAP ini, SMAN 1 Gresik tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan belajar yang asri dan mandiri pangan, tetapi juga sukses menanamkan karakter peduli lingkungan dan jiwa agropreneur sejak dini kepada para siswa. (rir/han)
Editor : Hany Akasah