RADAR GRESIK — Kemeriahan dan luhurnya nilai kebudayaan mewarnai puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Tahun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (23/5/2026).
Mengusung tema besar "Bangkit, Berkarya, dan Menginspirasi", lembaga pendidikan bernuansa islami ini sukses memukau publik lewat gelaran parade drumband dan kirab budaya massal.
Ratusan siswa-siswi tampak memadati rute kirab yang mengambil titik start di depan Kantor Kecamatan Kebomas dan berakhir di halaman MI Ma’arif Sidomukti. Ribuan pasang mata warga setempat berjejer di sepanjang Jalan Kebomas untuk menyaksikan langsung kreativitas busana yang dibawakan para peserta.
Baca Juga: Gelar Try Out dan Parent Talk, MTs Ma’arif Sidomukti Pererat Sinergi Madrasah, Wali Murid, dan Siswa
Kepala MI Ma’arif Sidomukti, Hery Antono, memaparkan bahwa karnaval kebudayaan ini merupakan gong penutup dari rangkaian kegiatan perayaan harlah madrasah yang telah bergulir sejak beberapa hari sebelumnya.
Sebelumnya, pihak madrasah telah membekali siswa dengan beragam kegiatan edukatif, religius, dan preventif. Mulai dari pelaksanaan istighosah kubro bersama, sosialisasi bahaya narkoba dari BNNK Gresik, edukasi tertib lalu lintas (Salud) dari Dishub Gresik, hingga lomba mewarnai tingkat anak-anak.
“Kirab budaya hari ini menampilkan keberagaman adat, suku, berbagai profesi, hingga kreasi daur ulang limbah dan karnaval budaya. Harapan kami, kegiatan ini tidak sekadar memberi hiburan visual bagi masyarakat, tetapi menjadi media konkret untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan pemahaman mendalam tentang pluralisme Indonesia sejak usia dini,” ungkap Hery Antono.
Menyongsong tahun ajaran baru 2026-2027, madrasah yang kini mengasuh total 512 siswa aktif tersebut telah mematangkan sejumlah program akselerasi mutu. Salah satu gebrakan utamanya adalah kesiapan penerapan sistem lima hari sekolah (full day) guna memfasilitasi kebutuhan pola asuh masyarakat modern.
Di lini spiritual dan kecakapan global, madrasah juga memperkuat fondasi karakter siswa melalui pembiasaan program tahfidzul qur'an serta pembentukan ekosistem English conversation (percakapan bahasa Inggris) rutin setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Tingginya kualitas mutu ini linear dengan antusiasme wali murid, di mana kuota pendaftaran siswa baru untuk empat rombongan belajar (rombel) dilaporkan telah terpenuhi.
Rekam jejak kematangan usia MI Ma'arif Sidomukti mendapat pengakuan dari Wakil Ketua Bidang Akademik BP3MNO Yamsi, Nurul Huda Isom. Ia menasbihkan lembaga ini sebagai salah satu pilar madrasah paling maju dan menjadi tujuan favorit masyarakat di kawasan makam Sunan Giri (Pegiren) serta Kebomas pada umumnya.
Baca Juga: Siswa MTs Ma'arif Sidomukti Siap Unjuk Gigi di PORSENI Jawa Timur Cabang Catur
"Prestasi anak-anaknya sangat kompetitif di berbagai lini, mulai dari cabang pencak silat hingga seni MTQ yang konsisten menjuarai tingkat kabupaten, bahkan pernah menembus jajaran 10 besar di tingkat Provinsi Jawa Timur. Penguatan karakter usia dini seperti inilah yang menjadi pondasi utama investasi SDM bangsa," kata Nurul Huda.
Dukungan serupa ditekankan oleh Camat Kebomas, Tri Joko Efendi. Otoritas kecamatan mendorong agar yayasan ke depan memperluas skala perhelatan ini dengan mengintegrasikan jenjang MTs dan MA, serta melibatkan pelaku UMKM lokal Kebomas demi menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Usia ke-92 tahun adalah manifestasi dari kedewasaan, konsistensi, dan kematangan sebuah institusi pendidikan. Pemerintah Kecamatan Kebomas sangat mengapresiasi dan berharap MI Ma’arif Sidomukti terus konsisten melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas intelektual, melainkan juga berakhlakul karimah,” pungkas Camat Tri Joko. (jar/han)
Editor : Hany Akasah