Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hari Pertama TKA Jenjang SMP di Gresik Berjalan Mulus, Partisipasi Siswa Capai 99,7 Persen

Fajar Yuliyanto • Selasa, 7 April 2026 | 08:48 WIB

 

Khidmat : Suasana pelaksanaan TKA di SPMN 1 Gresik. (Ist/Radar Gresik)
Khidmat : Suasana pelaksanaan TKA di SPMN 1 Gresik. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gresik resmi dimulai pada Senin (6/4/2026).

Diikuti oleh hampir seluruh siswa dengan tingkat partisipasi yang sangat tinggi mencapai 99,7 persen, hari pertama ujian ini dilaporkan berjalan aman dan kondusif di berbagai satuan pendidikan.

Kepala SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. Tercatat sebanyak 35 SMP negeri dan 89 SMP swasta di seluruh Kabupaten Gresik turut serta dalam agenda akademik tahunan ini.

Baca Juga: Lantik Kades PAW Desa Laban, Gus Yani Prioritaskan Pelebaran Jalan Empat Jalur Menuju Surabaya

“Pelaksanaan TKA dimulai tanggal 6 hingga 16 April 2026. Sistemnya dibagi menjadi empat gelombang, di mana satu gelombang berlangsung selama dua hari,” jelas Berri saat ditemui di sela-sela pelaksanaan ujian.

Menurutnya, setiap gelombang siswa akan diuji melalui berbagai instrumen penilaian, mulai dari literasi, numerasi, survei karakter, hingga survei lingkungan belajar.

Pembagian gelombang ini dilakukan untuk menyesuaikan ketersediaan sarana prasarana, terutama perangkat komputer atau laptop di masing-masing sekolah. Khusus di SMPN 1 Gresik, ujian hanya dilakukan dalam satu gelombang selama dua hari dengan pembagian empat sesi setiap harinya.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Alokasi Pupuk Subsidi di Gresik Tahun Ini Melonjak

“Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama hingga saat ini berjalan aman, lancar, dan kondusif. Pengawasan juga berjalan baik,” ungkapnya.

Sistem pengawasan dalam TKA kali ini terbilang sangat ketat. Berri menambahkan bahwa pengawasan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni internal sekolah dan eksternal oleh Dinas Pendidikan.

Kecanggihan teknologi turut dilibatkan, di mana setiap ruang ujian dilengkapi kamera CCTV yang terhubung langsung dengan platform daring Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Langkah Efisiensi Energi, Disnaker Gresik Dorong Perusahaan Terapkan WFH

“Pengawasan juga dilakukan melalui Zoom oleh Dinas Pendidikan. Jadi setiap ruangan bisa dipantau secara langsung,” tambahnya.

Pada hari pertama, para siswa fokus mengerjakan materi numerasi (matematika) dan survei karakter. Sementara pada hari kedua, materi akan beralih ke literasi bahasa serta survei lingkungan belajar.

Beri berharap hasil TKA ini mampu menjadi nilai tambah bagi siswa, terutama sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.

Baca Juga: Tukang Pentol Gresik Lakukan Tindak Asusila di Toilet Masjid, Terbongkar Usai Aksinya Diintip Warga

“Kami berharap hasilnya bagus dan bisa menjadi kebanggaan siswa. Karena nilai TKA ini juga bisa menjadi salah satu jalur prestasi untuk masuk ke SMA Negeri,” tuturnya penuh harap.

Dukungan juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin, menilai bahwa TKA merupakan instrumen penting untuk memotret kualitas pendidikan di daerah secara objektif.

“TKA ini sangat baik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan akademik siswa di sekolah. Dengan begitu, kita juga bisa melihat kondisi pendidikan yang berjalan selama ini,” pungkas Zaifudin. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Kondusif #gresik #tka #SMPN 1 Gresik #pendidikan