Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ukur Kemampuan Berhitung, Ribuan Siswa SMP di Gresik Jalani Tes Matematika Metode Jepang

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:54 WIB
GIAT : Para siswa SMP ikut tes matematika metode Jepang.
GIAT : Para siswa SMP ikut tes matematika metode Jepang.

RADAR GRESIK – Ribuan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gresik mengikuti Test of Fundamental Academic Skills (Tofas) untuk mengukur kemampuan dasar matematika mereka.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik dengan lembaga pendidikan Sprix asal Jepang.

Tes yang dilakukan secara serentak ini menyasar seluruh siswa kelas VII dan VIII. Menariknya, para siswa sengaja tidak dibekali pelajaran tambahan atau metode khusus sebelumnya agar hasil yang didapatkan mencerminkan kondisi riil kemampuan akademik mereka.

Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetiya, menjelaskan bahwa Tofas bertujuan memetakan kompetensi siswa dalam bidang berhitung secara akurat.

“Kami ingin melihat riil kemampuan siswa dalam mengerjakan soal matematika tanpa persiapan khusus. Dari sini, kita bisa tahu di mana titik lemah dan kekuatannya,” ujar Beri, Selasa (10/2).

Hasil dari Tofas ini nantinya tidak hanya sekadar angka, melainkan akan menjadi basis evaluasi bagi para pendidik. Beri menyebutkan bahwa setelah hasil keluar, para guru akan memberikan pembelajaran yang lebih personal dan tepat sasaran.

“Metode pengajaran akan disesuaikan. Kita klasifikasikan mana siswa yang berada di level menengah maupun atas, sehingga intervensi gurunya tepat,” tambahnya.

Langkah ini didukung dengan kesiapan tenaga pendidik, di mana para guru matematika SMP di Gresik sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif bersama Sprix Jepang menggunakan metode 'Sansu'—sebuah metode berhitung cepat dan logis khas Negeri Sakura.

Lebih lanjut, Beri mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Pra Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas IX yang dilakukan sebelumnya, nilai mata pelajaran matematika memang masih di bawah rata-rata. Hal inilah yang menjadi pelecut bagi PGRI untuk segera mengimplementasikan metode baru.

“Melihat hasil TKA kemarin, nilai matematika masih perlu didorong. Ke depan, para siswa akan dibekali pembelajaran matematika tambahan dengan metode Sansu. Harapannya, hasil belajar mereka meningkat signifikan dan siswa tidak lagi takut dengan matematika,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#PGRI #Siswa #gresik #matematika #jepang