Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kolaborasi Pentahelix, UMG dan Pemkab Gresik Luncurkan Era Baru Peradaban Hijau Melalui Gerakan PROSESI

Hany Akasah • Senin, 3 November 2025 | 20:40 WIB
PROSESI UMG: Kolaborasi Pentahelix Memulai Peradaban Hijau Gresik, Penandatanganan kolaborasi UMG- ESI siap mencetak kader pemimpin ekologi.
PROSESI UMG: Kolaborasi Pentahelix Memulai Peradaban Hijau Gresik, Penandatanganan kolaborasi UMG- ESI siap mencetak kader pemimpin ekologi.

RADAR GRESIK  — Berbicara tentang Kabupaten Gresik tidak hanya tentang industri dan sustainability (keberlanjutan), namun pada hari Jum'at (31/10) bertempat di Hall Sang Penverah lantai delapan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sedang terjadi aksi nyata Kolaborasi Pentahelix yaitu Pemerintah, akademisi, perusahaan, media, dan unsur masyarakat serta NGO (non-government organization) yang mana Kolaborasi ini telah memulai era baru peradaban hijau.

UMG berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) Gresik, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, perwakilan perusahaan-perusahaan besar di Gresik seperti Semen Indonesia, Wilmar Group, Maspion Grup, Eterindo, Petrosida, dan banyak perusahaan lainnya, serta NGO yang konsen terhadap lingkungan seperti Enviro Strategic Indonesia (ESI). Mereka secara resmi meluncurkan gerakan besar melalui Sustainability Learn Hub PROSESI (PROPER Symposium).

PROSESI adalah sebuah forum transformasi yang menyatukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, NGO, dan media untuk mencetak generasi penggerak keberlanjutan bisnis dan lingkungan hidup di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

Sejak pagi, nuansa kampus UMG terasa berbeda dimana nuansa hijau mendominasi, peserta membawa tumbler, semangat muda menyala, dan energi perubahan terasa memenuhi ruangan yang menandakan bahwa ini bukan seminar biasa, ini adalah deklarasi cita-cita masa depan Kabupaten Gresik menuju "Gresik kota yang seger lan resik", sebagai Kota Hijau Dunia.

Acara dibuka dengan khidmat melalui lagu kebangsaan, Mars Muhammadiyah, dan pertunjukan budaya yang menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya teknologi, tetapi juga identitas bangsa.

Momentum semakin menggelora dengan sambutan dari para stakeholder strategis yaitu dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P. selaku Wakil Bupati Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Sri Subaidah, S.T., M.T. selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan M. Rizky Hakim Adhyguna selaku CEO Enviro Strategic Indonesia.

“Gresik bukan hanya pusat industri. Gresik akan menjadi pusat inspirasi lingkungan nasional,” ujar dr. Asluchul Alif, Wakil Bupati Gresik dalam sambutannya.

Adapun puncak sesi pembukaan yang menjadi sejarah adalah UMG dan ESI menandatangani kolaborasi strategis untuk melahirkan kader lingkungan masa depan dan memperkuat ekosistem ekonomi hijau dan diiringi dengan tepuk tangan meriah menggema yang menandakan sebagai tonggak baru perubahan resmi dimulai.

BERSATU DI PROSESI : dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P. selaku Wakil Bupati Gresik memberikan sambutan bahwa Gresik akan menjadi pusat inspirasi lingkungan nasional.
BERSATU DI PROSESI : dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P. selaku Wakil Bupati Gresik memberikan sambutan bahwa Gresik akan menjadi pusat inspirasi lingkungan nasional.

Dalam sesi lanjutan, forum menghadirkan pemateri visioner yaitu Sri Subaidah, S.T., M.T. selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik yang membawakan materi mengenai akselerasi industri hijau Gresik melalui regulasi & pendampingan, beserta beberapa perwakilan dari Enviro yaitu Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M. yang membawakan materi mengenai  Kepemimpinan yang membakar semangat perubahan, Febri Eka Pradana, S.Si. membawakan materi mengenai  Strategi PROPER: Biru menuju Hijau berbasis pengelolaan SDA, dan Nunik Listia, S.Sos., M.Kesos. yang membawakan materi mengenai Model pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat sirkular.

Sedangkan di ruangan terpisah di hall Lantai 3 UMG, di waktu yang sama juga berlangsung diskusi yang hangat dan dinamis dengan tema "Gresik Circular Society".

Baca Juga: UMG Ambil Bagian dalam Transformasi Pendidikan Nasional, 12.500 Guru TK dan SD Dapat Kesempatan Emas Lanjutkan Studi S-1/D-IV

Diskusi ini bertujuan untuk membangun budaya masyarakat sirkular di Kabupaten Gresik, yaitu masyarakat yang peduli lingkungan, pengolahan limbah/sampah menjadi nilai ekonomi, serta kepedulian lingkungan lainnya.

Narasumber untuk diskusi ini adalah M. Rizky Hakim selaku CEO Enviro Strategic Indonesia, Ulil Masruroh selaku Associate CommRel & CID PT Pertamina EP Cepu, Olivia Susilo selaku Commissioner & Co-Founder Greenia, dan akademisi UMG Assoc. Prof. Dr. Djoko Soelistya, MM, CHPCM, CHRMP.

Peserta bukan hanya mendengarkan namun mereka juga berpikir, berdiskusi, berkompetisi melalui games interaktif, networking, dan merumuskan aksi nyata. Atmosfer terasa seperti arena pertempuran, ide yang hadir tidak sekadar mahasiswa, tetapi mereka adalah calon pemimpin ekologi.

“UMG lahirkan intelektual yang bukan hanya hebat di kelas, tetapi berani turun ke medan perubahan,” ujar Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., Rektor UMG.

Pameran inovasi hijau ini juga inisiasi komunitas lingkungan kampus, hingga prinsip zero waste event dengan aturan membawa tumbler menjadi bagian komitmen nyata event ini.

Gerakan ini menjadi titik awal menuju Gresik Circular Society, Industri berdaya. masyarakat berdaya, bumi terjaga, dan generasi pemimpin hijau yang membawa misi global," Tutup Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#lingkungan #Prosesi #Limbah #hijau #ESI #Ekonomi Hijau #Sampah #ASLUCHUL ALIF #Zero Waste #khoirul anwar #Enviro Strategic Indonesia #universitas muhammadiyah gresik #umg