RADAR GRESIK - Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Qomaruddin Gresik berhasil mengimplementasikan sistem smart farming berbasis energi surya di Greenhouse BUMDes Subur Makmur, Desa Sukodono, Kecamatan Panceng.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas pertanian hidroponik melon, yang dilatarbelakangi oleh kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun lalu.
Tim pengabdi, yang diketuai oleh Nur Afiyat, S.T., M.T., dan beranggotakan Suparno, S.T., M.T. serta Faqihatin, S.HI., M.Pd.I., dibantu oleh lima mahasiswa, Muhammad Uways Harianto, Ahmad Jamaluddin Al Abrory, Andra Ramadhan, Iskhaq Jailani, S.T., dan Moh Muhtaromin, S.T. Program ini didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tahun 2025.
Acara peresmian dan penyerahan aset digelar pada Senin (8/9). Agenda utama meliputi pelatihan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem kontrol pompa nutrisi, dan monitoring kelembapan tanah berbasis Internet of Things (IoT). Selain itu, dilakukan serah terima aset dari ketua tim pengabdi kepada Direktur BUMDes Subur Makmur.
Nur Afiyat, S.T., M.T menuturkan awalnya, BUMDes Subur Makmur menghadapi kendala tingginya biaya listrik dari PLN dan sistem irigasi serta pemberian nutrisi yang masih manual.
"Kami memberikan solusi dengan pemasangan PLTS off-grid berdaya 920 Watt, yang diserikan dengan konfigurasi 2P-2P. Selain itu, dipasang pula sistem IoT yang dapat mengendalikan pompa nutrisi melalui aplikasi Telegram, memonitoring kadar pH nutrisi, dan kelembapan media tanam," terangnya.
Setelah satu bulan persiapan dan uji coba, sistem ini menunjukkan hasil positif. Seluruh kebutuhan listrik greenhouse kini sepenuhnya dipenuhi oleh PLTS, menghasilkan penghematan biaya operasional hingga 100%. Sistem otomasi juga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Tim pengabdi telah melatih operator BUMDes sehingga mereka mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.
Direktur BUMDes Subur Makmur, Agus Adi Irawan, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya dengan adanya inovasi ini sangat membantu BUMDes.
"Dengan bantuan ini, operator greenhouse lebih mudah bekerja. Sebelumnya, kami kesulitan mengontrol pH tanah dan air, tetapi dengan alat deteksi pH ini, monitoring menjadi sangat mudah. Bahkan bisa dilakukan dari rumah melalui smartphone" ujarnya.
Agus berharap, dengan sistem baru ini, produktivitas greenhouse dapat meningkat. Ia juga berencana menjadikan tempat tersebut sebagai pusat edu-wisata dan outing class agar dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung ketahanan pangan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah