RADAR GRESIK - Pembentukan karakter siswa di era digital menghadapi tantangan serius. Budaya instan, individualistis, dan distraksi digital membuat pemantauan karakter siswa menjadi sulit. Untuk menjawab tantangan ini, UPT SMP Negeri 10 Gresik meluncurkan aplikasi inovatif bernama eKSIS (Edukasi Karakter Siswa Spenio).
Aplikasi ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan penilaian karakter yang selama ini masih bersifat kualitatif dan subjektif. Program yang dahulu disebut Profil Pelajar Pancasila kini menjadi Delapan Dimensi Profil Lulusan.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 10 Gresik, Nur Aliyah, M.Pd., pihaknya menyadari bahwa meskipun berbagai pembiasaan positif seperti 4S (Senyum, Salim, Sapa, Salam) dan Pembiasaan Empat Bahasa sudah berjalan, belum ada sistem yang mendokumentasikan perkembangan karakter siswa secara sistematis.
"Selama ini, penilaian karakter cenderung bergantung pada ingatan guru dan tidak tercatat secara rapi, melainkan diberikan bintang. Hal ini membuat kami sulit memantau perkembangan siswa secara objektif dan memberikan apresiasi yang adil," ujar Nur Aliyah.
Nur Aliyah menjelaskan, aplikasi eKSIS mengubah paradigma penilaian karakter yang semula pasif menjadi aktif dan kolaboratif. Aplikasi ini memungkinkan seluruh warga sekolah, termasuk guru dan orang tua siswa, untuk melihat perilaku positif yang dilakukan siswa di sekolah secara waktu nyata (real-time).
"Melalui eKSIS, kami ingin menciptakan sistem penilaian yang transparan dan berbasis data. Contohnya, jika seorang siswa melihat temannya menunjukkan sikap jujur atau peduli lingkungan, dia bisa langsung mencatatnya di aplikasi dengan memberikan bintang. Sistem ini mendorong tumbuhnya budaya saling menghargai dan rasa tanggung jawab sosial," jelasnya.
Aplikasi ini juga memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Data penilaian tidak lagi dicatat secara manual, melainkan tersimpan secara digital, mudah dianalisis, dan divisualisasikan dalam bentuk grafik. Hal ini memudahkan guru dan wali kelas untuk memantau perkembangan karakter setiap siswa, mengidentifikasi siswa yang membutuhkan perhatian khusus, dan memberikan penghargaan yang terstruktur di akhir semester.
Inovasi eKSIS tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan yang lebih besar. Menurut Nur Aliyah, aplikasi ini mendukung Asta Cita poin ke-1, yaitu membangun manusia Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia. Selain itu, inovasi ini juga selaras dengan Nawakarsa Kabupaten Gresik poin ke-5 dan ke-7, yakni Karsa Sehat dan Cerdas serta Karsa Berdaya Saing.
"Dengan membentuk karakter seperti kerja keras, jujur, dan percaya diri sejak dini, kami mempersiapkan siswa untuk menjadi individu yang siap bersaing secara sehat dan bermoral di era global," tambahnya.
Melalui eKSIS, Nur Aliyah berharap UPT SMP Negeri 10 Gresik dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, di mana karakter baik menjadi nilai yang dihargai dan dibudayakan bersama. "Ini adalah langkah konkret kami dalam mencetak profil lulusan yang utuh, yaitu generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan spiritual," pungkasnya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah