RADAR GRESIK – Dunia pendidikan di Gresik kembali bergeliat dengan diselenggarakannya workshop inspiratif bertajuk “Workshop Inspiratif Team Building dengan IKM” di Hall KHAS Hotel, Selasa (15/11). Acara yang digagas oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta ini dihadiri oleh seluruh anggotanya.
Menghadirkan narasumber, Dr. Nafik Palil, M.Pd., seorang internasional grand master trainer, berbagi tips jitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam paparannya, beliau memperkenalkan konsep 5C yang diyakini dapat membawa perubahan signifikan bagi sekolah.
“5C yang saya maksud adalah keterampilan komunikasi, kolaborasi, critical thinking, kreativitas, dan pengkondisian. Jika kelima komponen ini diterapkan dengan baik, saya yakin sekolah akan mengalami kemajuan yang sangat pesat,” tegas Dr. Nafik.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan pentingnya pengkondisian yang dimulai dari memaksa, kemudian menjadi terbiasa, hingga akhirnya menjadi budaya sekolah. “Sekolah yang berbudaya akan menjalankan segala aktivitas dengan cepat, tepat, akurat, dan rapi tanpa perlu arahan terus-menerus,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nafik juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Memurutnya guru tidak boleh terbebani dengan tugas administratif yang berlebihan. Manfaatkan AI untuk membuat modul ajar yang lebih cepat dYmhan efisien. Dengan begitu, guru dapat lebih fokus pada kegiatan pemlajaran yang berpusat pada siswaĺ.
Senada dengan Dr. Nafik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, S.Pd., M.M., menyambut baik penyelenggaraan workshop ini. “Kegiatan ini sangat menginspirasi. Saya berharap para kepala sekolah dapat menerapkan ilmu diperoleh dalam workshop ini di sekolah masing-masing. Dengan semangatqq kolaborasi, kita yakin dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua MKKS SMP Swasta, M. Sholikun, S.Ag., M.Pdi menuturkan kegiatan ini sebagai.penyemangan bagi kepala sekolah untuk menambah pengetahuan dan memacu inovasi. Hal ini bisa diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan lembaganya.
"Harapan kami melalui kegiatan ini bisa menjadi penyemangat para Kepala sekolah maupun guru agar bisa meningkatkan kapasitas sehingga bisa memajukan pendidikan di lembaganya masing-masing," ujar pria yang menjabat sebagai Kepala SMP Sunan Giri Menganti ini.
Workshop ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan konsep 5C di sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah dapat memperoleh wawasan baru dan termotivasi untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (ilm/nov/han)
Editor : Hany Akasah