Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Indeks Pendidikan Gresik Meningkat, Dispendik Sebut Masalah Infrastruktur dan Kualitas Pendidik Masih Jadi PR

Fahtia Ainur Rofiq • Selasa, 14 Mei 2024 | 16:44 WIB
Dispendik Gresik saat meninjau SMPN 14 yang mengalami kerusakan cukup parah.
Dispendik Gresik saat meninjau SMPN 14 yang mengalami kerusakan cukup parah.

RADAR GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik berhasil meningkatkan indeks pendidikan dari tahun ke tahun. Meski begitu, dari enam dimensi yang diukur, infrastruktur dan kualitas guru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hingga kini, infrastruktur masih menempati posisi paling buncit.

Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan dari hasil pengukuran tahun 2023, indeks pendidikan Gresik mengalami peningkatakan.

"Tahun 2022 indeks pendidikan Gresik nilainya 78,90. Tahun 2023 mengalami kenaikan dengan nilai 80,98," ujar Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.

Ia menjelaskan, ada enam dimensi yang diukur untuk menentukan indeks pendidikan. Pertama terkait dimensi achievement outcomes. Dimensi ini mengukur capaian pembelajaran siswa.

"Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 86,55 menjadi 88,05 ditahun 2023," ungkap Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.

Kemudian, dimensi kedua yakni subsequent achievement. Dimensi ini mengukur capaian keberlanjutan. Mulai lama sekolah, standar kelulusan hingga standar penilaian pembelajaran.

"Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 78,88 menjadi 81,49 ditahun 2023," terang Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.

Selanjutnya untuk dimensi ketiga yakni sosial pedagogy competency. Dimensi ini mengukur kualitas dan kecakapan pengajaran oleh tenaga pendidik.

"Alhamdulillah skornya juga naik dari tahun 2022 sebesar 78,41 menjadi 79,34 ditahun 2023," tandas Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.

Dimensi keempat yakni, yakni state partially. Dimensi ini mengukur keberpihakan negara dalam pembiayaan dan menentukan regulasi. Dimensi ini mengukur anggaran pendidikan yang disiapkan APBD hingga kepuasan layanan pendidikan.

"Skornya juga naik dari tahun 2022 sebesar 86,18 menjadi 86,32 ditahun 2023," kata dia.

Dimensi kelima yakni, human resource. Dimensi ini mengukur kualitas pengajar dan kesetaraan gender.

"Pada dimensi ini skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 73,39 naik menjadi 75,57 ditahun 2023," kata dia.

Serta dimensi keenam yakni, infrastruktur. Dimensi ini mengukur kualitas infrastruktur layanan pendidikan. Skornya mengalami kenaikan dari 70,1 ditahun 2022 menjadi 75,10 ditahun 2023.

Ia menambahkan, untuk dimensi kelima dan keenam meskipun skornya naik namun masih memerlukan perhatian khusus. 

"Sebab dua dimensi ini memiliki peran yang sangat vital di dunia pendidikan," terangnya.

Untuk persoalan infrastrktur, pihaknya terus berupaya menyelesaikan perbaikan sekolah rusak yang hampir merata.

"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan anggaran dari pusat untuk perbaikan sekolah," pungkasnya. (rof)

Editor : Fahtia Ainur Rofiq
#Dispendik #gresik #kualitas pendidik #Indeks pendidikan gresik #infrastruktur pendidikan