Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dosen UMG Prof Dr Ir Setyo Budi, MS Beri Pelatihan Pengembangan Bibit Varietas Unggul Tebu di SMK Muhammadiyah 5 Gresik

Riri Masfardian • Rabu, 8 Mei 2024 | 18:54 WIB
LANGSUNG PENDAMPINGAN: Dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Dr.Ir. Setyo Budi., MS memberikan Pelatihan Pembuatan dan pengembangan bibit unggul.
LANGSUNG PENDAMPINGAN: Dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Dr.Ir. Setyo Budi., MS memberikan Pelatihan Pembuatan dan pengembangan bibit unggul.

RADAR GRESIK-Dosen Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Dr.Ir. Setyo Budi., MS memberikan Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Bibit Varietas Unggul Tebu Berbasis Kultur Jaringan di SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Kegiatan pengabdian/pelatihan ini didukung oleh tim yakni Wiharyanti Nur Lailiyah, SP., MP , Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi, M.Si, dan Indah Nurjanah, SP.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 dan sebagai bentuk komitmen UMG dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Prof. Budi mengatakan, SMK Muhammadiyah 5 Gresik yang baru berdiri di tahun 2018 dipilih karena berfokus pada jurusan pertanian dan peternakan, memiliki potensi untuk menjadi pusat pengembangan bibit tebu unggul.

“Selain itu, SMK Muhammadiyah 5 Gresik yang berlokasi dalam kawasan industri PT Polowijo Group yang terletak di Kabupaten Gresik utara mempunyai Laboratorium kultur jaringan, walaupun peralatan dan sarana pendukungnya sangat terbatas,” terangnya

UNGGUL: Prof Setyo Budi menunjukkan tebu unggul yang dikembangkannya.
UNGGUL: Prof Setyo Budi menunjukkan tebu unggul yang dikembangkannya.

Beberapa rangkaian tahapan dalam pengembangan bibit tebu unggul yakni dilakukan. Mulai dari bibit kultur jaringan, KBPU (kebun bibit pokok utama), KBP (kebun bibit pokok), KBN (kebun bibit nenek), KBI (kebun bibit induk), dan KBD (kebun bibit datar).

“Proses ini diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar 36 bulan, dengan tahapan awal menghasilkan bibit unggul tebu melalui kultur jaringan dan aklimatisasi yang memakan waktu 6 hingga 10 bulan,” papar penemu beberapa varietas tebu unggulan tersebut.

Dalam pelatihannya, Prof. Budi mengungkapkan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki tujuan, baik jangka pendek, menengah, hingga panjang.  Dalam jangka endek atau 8-12 bulan misalnya.

Kegiatan berfokus pada sosialisasi program dan pelatihan pembuatan bibit tebu unggul kepada siswa, guru, dan mahasiswa, mengembangkan laboratorium kultur jaringan sesuai standar, menghasilkan 35.000 plantlet bibit tebu unggul bersertifikat, serta mendokumentasikan kegiatan dan menghasilkan artikel jurnal.

“Sementara untuk jangka menengah  akan kami berikan pembinaan pengembangan bibit tebu unggul di KBP (70 hektar) dan KBN (490 hektar), membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait, serta menyempurnakan kurikulum berbasis MBSM,” kata Prof. Budi.

 

BELAJAR BERSAMA: Pengambilan tetua induk di kebun Hollywood Gresik, selanjutnya dilakukan penanaman dan perbanyakan tetua induk di kebun SMK Muhammadiyah 5 Gresik.
BELAJAR BERSAMA: Pengambilan tetua induk di kebun Hollywood Gresik, selanjutnya dilakukan penanaman dan perbanyakan tetua induk di kebun SMK Muhammadiyah 5 Gresik.

Untuk jangka panjang akan membina pengembangan bibit tebu unggul di KBI (3.430 hektar), memantapkan kerjasama dengan Dirjenbun Kepmentan RI, membangun pusat agribisnis terintegrasi, menyempurnakan kurikulum berbasis MBSM dan mengembangkan alsintan, pupuk, dan pestisida hayati, mendorong lulusan SMK Muhammadiyah 5 Gresik.

UMG berkompeten di bidang perbanyakan dan pengembangan bibit tebu unggul bersertifikat, dan melakukan publikasi dan branding SMK Muhammadiyah 5 Gresik dan UMG sebagai center of excellence di bidang bibit tebu unggul.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa dan guru SMK Muhammadiyah 5 Gresik dalam pembuatan dan pengembangan bibit tebu unggul. Dan kedepannya diharapkan SMK Muhammadiyah 5 Gresik dapat menjadi salah satu penyedia bibit tebu unggul terkemuka di Gresik dan sekitarnya,” papar Prof Budi. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Muhammadiyah #smk muhammadiyah #Bibit #gresik #unggul #Prof Dr Ir Setyo Budi #tebu #umg #dosen