RADAR GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik bakal berkoordinasi untuk membahas pelaksanaan Asesmen Satuan Pendidikan (ASP) di Pulau Bawean. Pasalnya, hingga kini gempa masih terjadi.
"Iya kemarin ada gempa 5 SR lagi di Bawean," ujar Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Saat ini, pihaknya akan berkomunikasi dengan Kepala SMPN di Bawean terkait pelaksanaan ASP.
"Kami tidak ingin memaksakan. Karena memang kondisinya masih gempa," ungkap Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Selain SMPN, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) terkait ASP SDN di Bawean.
"Karena jumlah SDN di Bawean cukup banyak. Kami ingin koordinasi dulu," terang Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Ia menjelaskan, jika memang ASP tidak bisa dilaksanakan. Maka sekolah bisa menggunakan nilai terakhir untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan.
"Ada mekanismenya. Misalnya pakai nilai saat ujian tengah semeseter," tandas Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Ia menambahkan, pihaknya meminta sekolah agar tidak membebani para siswa di tengah bencana yang masih terjadi.
"Kami akan ambil kebijakan yang terbaik. Semoga bencana di sana segera berakhir," imbuh Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik segera menggelar Asesmen Satuan Pendidikan (ASP) tingkat SD dan SMP. Hal ini sebagai salah satu penilaian untuk menentukan kenaikan kelas dan kelulusan siswa.
"Sesuai jadwal ASP akan digelar mulai Senin 22 April mendatang," ujar Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Ia menjelaskan, ASP diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing lembaga sekolah.
"Jadi mulai pembuatan soal hingga pelaksanaannya dilakukan secara mandiri oleh sekolah. Jadi nanti yang menilai sekolah sendiri karena mereka yang mengetahui kondisi masing-masing siswa," ungkap Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq