Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bantu Tingkatkan Efisiensi Bongkar Muat Peti Kemas, Tim Riset ITB Luncurkan Teknologi AGV CTT

Hany Akasah • Sabtu, 24 Februari 2024 | 01:12 WIB
Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPIK-ITB) melaunching teknologi Automatic Guided Vehicle Combine Terminal Tractor (AGV CTT) di Terminal Peti Kemas Teluk Lamong Surabaya, Jumat (21/
Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPIK-ITB) melaunching teknologi Automatic Guided Vehicle Combine Terminal Tractor (AGV CTT) di Terminal Peti Kemas Teluk Lamong Surabaya, Jumat (21/

RADAR GRESIK- Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB (LPIK-ITB) melaunching teknologi Automatic Guided Vehicle Combine Terminal Tractor (AGV CTT) di Terminal Peti Kemas Teluk Lamong Surabaya, Jumat (21/2).

Teknologi ini dikembangkan oleh Tim Riset Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dipimpin Profesor Yul Yunazwin Nazariddin dengan dukungan dan kolaborasi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan kerjasama dengan PT INKA sebagai produsen, PT Pelindo, PT Terminal Teluk Lamong, dan PT Cinovasi. Diharapkan, teknologi tersebut bisa meningkatkan efisiensi bongkar muat peti kemas di terminal pelabuhan seluruh Indonesia.

Ketua Tim Riset ITB, Prof. Dr.-Ing. Ir. Yul Yunazwin Nazaruddin, M.Sc., DIC., IPM., mengungkapkan bahwa AGV CTT adalah kendaraan otomatis yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas.

“Kendaraan ini dapat mengangkut dan menempatkan peti kemas dari dan ke kapal tanpa bantuan operator. Jadi secara otomatis menambatkan diri ke trailer peti kemas tanpa memerlukan intervensi,” terang Prof. Dr.-Ing. Ir. Yul Yunazwin Nazaruddin.

KOMITMEN:  Ketua Tim Riset ITB, Prof. Dr.-Ing. Ir. Yul Yunazwin Nazaruddin, M.Sc., DIC., IPM bersama PT INKA sebagai produsen, PT Pelindo, PT Terminal Teluk Lamong, dan PT Cinovasi.
KOMITMEN: Ketua Tim Riset ITB, Prof. Dr.-Ing. Ir. Yul Yunazwin Nazaruddin, M.Sc., DIC., IPM bersama PT INKA sebagai produsen, PT Pelindo, PT Terminal Teluk Lamong, dan PT Cinovasi.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait mengaku dengan adanya AGV CTT, mampu menghemat waktu bongkar muat peti kemas. Selain itu sistem kontrol cerdas memungkinkan pemantauan pergerakan AGV CTT secara real-time, memastikan kelancaran dan keamanan operasi.

 “Hanya butuh waktu lima menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode manual biasanya, AGV CTT juga  menggunakan teknologi elektrik yang ramah lingkungan dan hemat energi. Ini sangat efisiensi,” ungkap David Pandapotan Sirait.

 Baca Juga: Jaga Kelestarian, Koramil dan Nelayan Ujungpangkah Tanam Mangrove di Pesisir Pantai

David mengaku sangat senang dengan hasil penelitian dan inovasi AGV CTT serta berkomitmen untuk mendorong penggunaannya di terminal pelabuhan. “Ini bentuk perkembangan teknologi maritim di Indonesia dan mampu mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri,” pungkas David Pandapotan Sirait.

 

 Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Fasilitasi Riset LPDP Wisnu Sardjono Soenarso, Dr. Ir Sugeng Joko Sarwono, Ketua LPIK-ITB, Direksi PT INKA Rofiq Luthi Ashan, Jajaran Direksi PT. Pelindo, serta Jajaran Direksi PT. Terminal Teluk Lamong.

 Baca Juga: Pemilu 2024, Bawaslu Gresik Rekomendasikan Hitung Ulang Kembali Terjadi di Tiga TPS Kecamatan Benjeng  

Peluncuran teknologi AGV CTT merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya meningkatkan efisiensi dan daya saing terminal pelabuhan di Indonesia. Teknologi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan teknologi maritim dan ekonomi nasional. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Teknologi #AGV CTT #Riset #Profesor Yul Yunazwin Nazariddin #Terminal #itb #terminal teluk lamong #pelabuhan #peti kemas #bongkar muat