RADAR GRESIK – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan profesionalisme perangkat pertandingan.
Sebagai langkah nyata, KSMI Gresik telah mengirimkan empat orang delegasi untuk mengikuti coaching clinic pemantapan bagi wasit dan perangkat lapangan yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer By Arena Kenjeran, Surabaya, pada 10-11 Februari 2026 lalu.
Delegasi tersebut terdiri dari dua orang wasit dan dua orang perangkat lapangan (match commissioner). Langkah ini diambil untuk meningkatkan standar kepemimpinan di lapangan, sekaligus menjawab tantangan dinamika permainan mini soccer yang semakin cepat dan kompetitif di wilayah Gresik.
Ketua KSMI Kabupaten Gresik, Aminul Fauzi, menyatakan bahwa pengembangan cabang olahraga (cabor) ini harus dimulai dari kualitas sumber daya manusianya.
Dengan mengirimkan pengurus untuk tersertifikasi, KSMI Gresik ingin menjamin bahwa setiap pertandingan yang digelar di bawah naungan mereka memiliki marwah dan integritas yang terjaga.
"Mengirimkan 4 orang, 2 wasit dan 2 matchcomm. Tujuannya agar mereka bisa tahu peraturan dan tata cara dalam peraturan di mini soccer. KSMI Gresik mendukung penuh program dari KSMI pusat dan Jatim. Kami serius dalam membangun perkembangan mini soccer di Gresik,” ujar Aminul Fauzi.
Pria yang akrab disapa Black ini juga mengungkapkan kabar gembira bahwa KSMI saat ini sudah berada di bawah naungan KONI Pusat sebagai cabang olahraga yang berdiri sendiri.
Hal ini membuka peluang besar bagi mini soccer untuk mulai unjuk gigi di ajang bergengsi tingkat regional.
"Ya, kemungkinan pada Porprov Jatim mendatang, mini soccer akan dipertandingkan tapi dalam kategori eksibisi," tambahnya optimis.
Perkembangan mini soccer di Gresik sendiri menunjukkan tren yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan menjamurnya pembangunan infrastruktur lapangan di berbagai titik.
Saat ini, tercatat sudah ada tiga lapangan mini soccer representatif yang berdiri di Gresik, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat.
Lilla Puspita, salah satu delegasi yang mengikuti program sertifikasi match commissioner tingkat nasional tersebut, mengakui banyak mendapatkan perspektif baru mengenai tata kelola pertandingan yang profesional.
"Banyak ilmu yang didapat, hampir mirip dengan sepakbola. Misal bertanggung jawab segala hal sebelum dan sesudah laga. Memastikan berjalan sesuai dengan laws of the game. Kami akan tularkan ilmu ini," jelas Lilla.
Senada dengan semangat di daerah, Wakil Ketua Umum KSMI Pusat, Purwadi, menekankan bahwa kualitas kompetisi sangat bergantung pada kualitas wasit yang memimpin di lapangan. Ia berharap tidak ada lagi perbedaan tafsir aturan yang dapat memicu kontroversi dalam pertandingan.
“Mini soccer berkembang sangat pesat. Intensitas pertandingan tinggi dan ritmenya cepat. Wasit harus benar-benar paham regulasi dan berani mengambil keputusan. Coaching ini bukan formalitas, tapi bentuk tanggung jawab kami menjaga marwah kompetisi,” tegas Purwadi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah