Target Juara Proliga 2026, GPPI Datangkan Dua Pemain Asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko
Muhammad Firman Syah• Selasa, 6 Januari 2026 | 16:36 WIB
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob memperkenalkan tim Voli GPPI.
Kebomas- Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia menatap Proliga 2026 dengan optimisme tinggi. Setelah lebih dari dua dekade belum kembali ke podium tertinggi, momentum kebangkitan kini dibangun melalui penguatan tim Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI), pembaruan kepelatihan, serta pembinaan berkelanjutan yang terstruktur.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menegaskan, musim ini menjadi titik balik penting bagi GPPI. Selama perjalanan panjang di Proliga, Petrokimia Gresik tercatat enam kali menjadi runner-up, selalu berada sangat dekat dengan gelar juara.
“Ini adalah momen kebangkitan. Sudah lebih dari 20 tahun Petrokimia Gresik belum kembali menjadi juara Proliga. Kami sudah enam kali runner-up, artinya selalu dekat dengan gelar. Sekarang saatnya menuntaskan,” ujar Daconi dengan penuh keyakinan.
Optimisme tersebut didukung komposisi tim yang dinilai paling lengkap dalam beberapa musim terakhir. GPPI diperkuat empat pemain tim nasional Indonesia, sementara pemain lainnya merupakan mantan pemain timnas yang pernah berada di puncak performa. Kombinasi ini menghadirkan keseimbangan antara pengalaman, kematangan mental, dan semangat juang.
“Kami membangun tim dengan fondasi pengalaman dan mental juara. Pemain timnas aktif dan mantan pemain timnas di masa keemasannya menjadi energi baru bagi Petrokimia Gresik,” tambahnya.
Dari sisi teknis, GPPI memasuki era baru dengan menunjuk pelatih kepala asal Italia, Alexandro Lodi. Untuk pertama kalinya, tim voli putri Petrokimia Gresik ditangani langsung oleh head coach dari Eropa, didampingi Pedro Lilipaly dan Niko Dwipurwanto. Pendekatan permainan modern dan disiplin kompetisi internasional menjadi warna baru dalam persiapan tim.
“Kami punya kekuatan baru karena baru kali ini GPPI dipimpin oleh pelatih kepala dari Italia. Pendekatan dan visinya memberi standar baru bagi tim,” tegas Daconi.
Kekuatan GPPI juga diperkuat dua pemain asing yang telah teruji di level internasional, yakni Annie Mitchem dari Amerika Serikat dan Oleksandra Bytsenko dari Ukraina. Kehadiran keduanya melengkapi kedalaman skuad sekaligus meningkatkan daya saing tim di setiap lini.
“Dua pemain asing yang kami datangkan sudah teruji kualitas dan pengalamannya. Ini semua adalah kekuatan yang kami siapkan agar GPPI benar-benar siap bersaing dan kembali ke puncak,” pungkasnya.
Secara prestasi, GPPI memiliki rekam jejak yang konsisten. Tim ini meraih posisi runner-up Proliga 2022, peringkat ketiga Proliga 2023, dan kembali finis di posisi ketiga pada Proliga 2025. Di luar Proliga, GPPI juga menunjukkan dominasinya dengan menjadi juara Livoli Divisi Utama secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua PBVSI Petrokimia Gresik, Iwan Febriantro, menambahkan bahwa Proliga akan digelar mulai 8 Januari 2025 hingga 28 April 2026 di 11 kota dengan diikuti tujuh tim voli putri. Gresik dipercaya menjadi tuan rumah putaran pertama Proliga pada 29 Februari hingga 1 Maret 2026, yang diharapkan menjadi pemantik semangat bagi tim dan masyarakat.
Dalam momen launching tim yang digelar di Wisma Kebomas, Petrokimia Gresik tidak hanya memperkenalkan skuad dan tim kepelatihan GPPI. Pada kesempatan yang sama, manajemen juga memperkenalkan kepengurusan baru PBV Petrokimia Gresik periode 2025–2028, sekaligus melaunching Volleyball Academy Petrokimia Gresik.
Akademi ini menjadi wujud komitmen pembinaan jangka panjang untuk menjaring dan mengembangkan talenta muda sejak dini. Dalam pengembangannya, Petrokimia Gresik turut bekerja sama dengan Bank Jatim guna membangun ekosistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan. (fir)