RADAR GRESIK – Menjadi jembatan bagi masa depan generasi muda adalah panggilan jiwa yang diemban sepenuhnya oleh Dian Oktaviana. Dian yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Gresik, memiliki rekam jejak di dunia vokasi sudah sangat mengakar.
Bagi Dian, mengawal siswa hingga berhasil diterima bekerja mendatangkan kebanggaan luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan materi. Dedikasinya di dunia BKK—yang berawal di SMKN 2 Surabaya—telah mengantarkan banyak siswa menembus dunia kerja nasional hingga internasional, mulai dari penempatan di Prancis hingga Arab Saudi.
Salah satu momen paling mengharukan dan tak terlupakan dalam hidupnya adalah ketika seorang siswa yatim binaannya berhasil lolos seleksi ketat dan bekerja di perusahaan otomotif global ternama, Mercedes-Benz. Rasa haru semakin membuncah ketika para alumni tersebut tetap mengingat namanya dan menjaga silaturahmi hingga saat ini.
“Melihat mereka berhasil mengubah nasib keluarga adalah kebahagiaan tertinggi saya,” kenangnya.
Tentu perjalanan itu tidak selalu mulus. Dian menceritakan salah satu tantangan dilematis saat siswa didiknya diterima kerja di luar kota, namun terkendala restu orang tua yang belum siap melepas anaknya pergi jauh.
Di sinilah peran pembimbingan konselingnya berjalan. Melalui pendekatan humanis dan mediasi yang sabar, Dian berhasil memberikan pemahaman kepada pihak keluarga demi masa depan sang anak.
Rekam Jejak Emas di Forum BKK dan Jejaring Industri
Latar belakang akademis Dian memang sangat linier dan menunjang profesinya. Ia merupakan lulusan S1 and S2 Bimbingan Konseling dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan saat ini tengah menempuh pendidikan S3 pada bidang linier yang sama.
Keaktifannya di dunia BKK terbukti lewat kepercayaan yang diembannya di tingkat regional. Dian tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Forum BKK (FBKK) Kota Surabaya selama tiga tahun, Sekretaris Umum FBKK SMK Jawa Timur periode 2019–2022, serta kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris 2 FBKK SMK Jatim untuk periode 2023–2025.
Menurutnya, membangun kepercayaan dengan pihak industri bukanlah perkara mudah. Industri selalu menuntut kecepatan dan profesionalisme tinggi.
“Industri itu butuh fast respon. Ketika mereka meminta data atau koordinasi untuk siswa magang dan rekrutmen, kita harus siap. Bahkan, pelayanan ini seperti 24 jam harus siap menerima pesan dan pertanyaan dari siswa maupun mitra. Ini tantangan pelayanan yang tidak semua orang mampu, tapi harus konsisten dijalankan,” jelas Dian.
Untuk menjaga kepercayaan itu, Dian menekankan pentingnya strategi "jemput bola." Petugas BKK tidak boleh hanya menunggu di sekolah, melainkan harus rajin turun ke lapangan, menghadiri berbagai event yang melibatkan para HRD (Human Resources Department) perusahaan, dan aktif melakukan branding sekolah. Hasilnya, kolaborasi dengan industri kini berkembang pesat, tidak hanya sebatas magang dan rekrutmen, tetapi juga rutin menghadirkan praktisi profesional sebagai guru tamu di sekolah.
Kini, dengan posisinya sebagai Kasi SMK di Kabupaten Gresik—sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Jawa Timur—Dian memikul misi besar. Didukung penuh oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Gresik, ia berkomitmen menjadikan SMK sebagai solusi nyata atas kebutuhan tenaga kerja lokal.
Dian mengajak seluruh SMK di Kabupaten Gresik untuk bergerak lebih cepat dan beradaptasi karena dunia industri berkembang dengan sangat pesat. Langkah awal yang wajib ditekankan di lingkungan sekolah adalah penerapan budaya kerja nyata sejak dini kepada para siswa.
“Minimal budaya kerja industri seperti 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan budaya kedisiplinan tinggi harus diterapkan ke anak-anak sehari-hari di sekolah. Jadi begitu mereka lulus, karakter dan skill mereka sudah matang serta siap pakai,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada siswa, Dian juga rutin melakukan monitoring terhadap kompetensi para pengajar. Salah satu program unggulan yang terus dikawal adalah "Guru Sinau Industri" yang bekerjasama dengan Rumah Vokasi Gresik.
Saat ini, program tersebut tengah memasuki tahap kedua bagi para guru yang telah dinyatakan lulus pada tahap sebelumnya. Melalui program ini, para guru diterjunkan langsung ke industri agar dapat menyerap perkembangan teknologi terbaru dan mentransfer ilmu tersebut kepada siswa di kelas.
Melalui sinergi kuat antara sekolah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan pelaku industri, Dian optimistis BKK SMK di Kabupaten Gresik akan memiliki daya tawar yang tinggi dan mampu menyerap mayoritas tenaga kerja lokal secara berkelanjutan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah