RADAR GRESIK - Minat dan bakat sejak kecil dapat menjadi pondasi kesuksesan yang gemilang. Hal tersebut yang kini dirasakan Rahmi Hidayah, perempuan 28 tahun asal Gresik. Dimulai dari kecintaannya pada kerajinan seni, khususnya merangkai bunga, Rahmi kini telah menjelma menjadi seorang pengusaha florist yang sukses dengan bisnisnya.
Perjalanan Rahmi di dunia bisnis florist dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA. Keputusan berani untuk mengambil gap year selama satu tahun setelah lulus SMA demi fokus merintis bisnisnya, ternyata membuahkan hasil yang manis. Sembari berkuliah di Surabaya dan bolak-balik Gresik, Rahmi terus mengembangkan usaha florost.
"Saya merasa sangat beruntung bisa menemukan passion saya sejak dini. Merangkai bunga bukan hanya sekedar hobi, tapi juga menjadi cara saya untuk mengekspresikan diri dan membuat orang lain bahagia," ujar Rahmi.
Awalnya, Rahmi memulai bisnis sebagai reseller. Namun, seiring berjalannya waktu, Rahmi memutuskan untuk membuka toko fisik di Gresik. Kini, bisnisnya telah memiliki tim florist dan kurir sendiri, serta memiliki beragam produk yang menarik, mulai dari buket bunga segar untuk berbagai acara, bunga papan, boneka wisuda, buket snack, hingga flower frame.
"Saya ingin Are Flower Store menjadi lebih dari sekadar toko bunga. Saya ingin menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pelanggan," tambah Rahmi.
Keberhasilan Rahmi dalam menjalankan bisnis florist tidak hanya membuatnya sukses secara finansial, tetapi juga membawanya meraih prestasi akademik yang membanggakan. Berkat liputan media yang positif terhadap bisnisnya, Rahmi berhasil mendapatkan beasiswa prestasi 100% untuk program S1 di Universitas Ciputra. Ia bahkan sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara kewirausahaan.
"Bisnis florist telah membuka banyak peluang bagi saya. Saya bisa bertemu dengan banyak orang baru, belajar banyak hal, dan mengembangkan diri," ungkap Rahmi.
Meskipun telah meraih banyak kesuksesan, Rahmi mengakui bahwa perjalanan membangun bisnis tidak selalu mudah. Ia harus rela mengorbankan waktu luangnya selama masa kuliah untuk fokus pada bisnis. Namun, semua pengorbanan itu terbayar lunas dengan hasil yang memuaskan.
"Yang paling penting adalah kita harus konsisten dan terus belajar. Dunia bisnis itu dinamis, jadi kita harus selalu siap menghadapi perubahan ," ungkap Rahmi. (rir/han)
Editor : Hany Akasah