RADAR GRESIK - Seorang guru harus terus inovasi dalam pengembangan pembelajaran. Seperti yang dilakukan oleh Naili Mahbubatin. Guru SMA Negeri 1 Kebomas mengembangkan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.
Ia memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran mikrokontroler dan pemrograman berbasis Wokwi Simulation.
Inovasi ini dilatarbelakangi oleh Kurikulum Merdeka yang menuntut peserta didik untuk mampu membuat rancangan/dumi rekayasa teknologi terapan.
Namun, keterbatasan perangkat untuk praktik dan tugas belajar menjadi kendala.
Oleh karena itu, Naili menggunakan Wokwi. Sebuah simulator online yang memungkinkan merancang perangkat elektronik dan pemrograman Arduino tanpa memerlukan perangkat keras.
“Pemanfaatan smartphone ini dapat memotivasi peserta didik agar lebih kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Naili Mahbubatin.
Dengan menggunakan Wokwi, siswa dapat belajar tentang mikrokontroler dan pemrograman dengan lebih mudah dan menyenangkan.
“Saya berharap inovasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik dan turut melestarikan kerajinan, budaya, dan teknologi bangsa Indonesia,” pungkas Naili Mahbubatin. (rir/han)
Editor : Hany Akasah