“Alhamdulillah, selama ini saya melakukan pendekatan humanis ketika melakukan razia. Satpol PP sudah tidak lagi bentak-bentak, tapi komunikasi baik kepada orang-orang yang kena razia,” kata Meme panggilan Sayyidatul Fakhriyah.
Menurutnya, sekalipun sosok Satpol PP tetap dibutuhkan ketegasan dalam menegakkan perda, tetapi bisa dijalankan secara humanis.
Baca Juga : Kapolsek Manyar AKP Windu Ajak Perguruan Silat Ikuti Nuzulul Quran
“Ini dua hal yang tidak bisa terpisahkan,dimana di satu sisi Satpol PP terus menerus meningkatkan penguasaan dalam hal regulasi sesuai SOP dan mekanisme agar tetap menjalankan tugas secara profesional walaupun disisi lain juga dituntut untuk menjalankan secara santun dan humanis agar maksud baik yang dilakukan bisa diterima oleh masyarakat,” paparnya.
Sosok Meme yang humanis tidak hanya saat menjalankan pekerjaan, namun perempuan asal Duduksampeyan itu juga sering melakukan kegiatan sosial melalui berbagai organisasi, seperti Komunitas Perempuan Gresik Berbagi (Kopgi).
“Sering santunan anak yatim piatu dan lain sebagainya, apalagi Bulan Ramadan seperti saat ini,” pungkasnya. (rir/han) Editor : Hany Akasah