RADAR GRESIK – Sebuah terobosan unik untuk menggerakkan roda perekonomian lokal hadir di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Memanfaatkan sistem penanggalan Jawa, pemerintah desa setempat meresmikan pasar dadakan bertajuk "Pasar Kliwon". Sesuai namanya, pasar ini hanya beroperasi setiap hari Kliwon, menjadikannya magnet baru bagi masyarakat yang ingin berbelanja dengan suasana khas pedesaan.
Kehadiran Pasar Kliwon ini disambut antusias oleh warga yang kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan kebutuhan harian. Berbeda dengan pasar modern, Pasar Kliwon mengusung konsep sederhana tanpa bangunan permanen.
Baca Juga: Begini Cara Unik Mama Muda di Gresik Tetap Produktif dan Sehat Sambil Nge-Mall
Lapak para pedagang ditata rapi dan terstruktur di atas lahan terbuka, lengkap dengan pengaturan area parkir yang jelas guna menjamin kenyamanan pengunjung.
Guna menjaga kebersihan lingkungan, Pemerintah Desa juga telah menyiagakan fasilitas dasar seperti tempat pembuangan sampah di titik-titik strategis.
Kepala Desa Pongangan, Aang Chunaifi, mengungkapkan bahwa meskipun masih dalam tahap awal atau embrio, animo masyarakat sudah terlihat luar biasa sejak pelaksanaan perdana. Bahkan, aktivitas jual beli terpantau sudah mulai ramai sesaat setelah waktu subuh.
Baca Juga: Kunci Sukses Masa Depan: Pentingnya Growth Mindset dan Kreativitas dalam Menghadapi Tantangan
Sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha mikro, pihak desa memberikan fasilitas stand dan parkir secara cuma-cuma.
“Kemarin animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan setelah Subuh, pembeli sudah mulai berdatangan. Standnya gratis, parkir juga gratis. Kami hanya menyiapkan tempat dan memastikan pengaturannya berjalan baik,” ujar Aang Chunaifi pada Rabu (14/1).
Aang menjelaskan bahwa pemilihan hari Kliwon dilakukan sebagai identitas khusus bagi Desa Pongangan. Di wilayah Gresik lainnya, pasar dadakan berbasis penanggalan Jawa memang sudah ada di beberapa titik, namun umumnya mengambil hari Pahing atau lainnya.
Dengan mengambil slot hari Kliwon, Desa Pongangan berharap memiliki karakteristik pasar yang ikonik dan tidak bertabrakan dengan pasar dadakan di wilayah tetangga.
Pada pembukaan perdana, tercatat sebanyak 18 pelaku UMKM telah berpartisipasi menjajakan dagangannya. Namun, dengan luas area mencapai sekitar 94 meter persegi dan lebar 14 meter, Pasar Kliwon diproyeksikan mampu menampung hingga 100 pelaku usaha di masa mendatang.
Produk yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari hasil bumi, kuliner tradisional, kebutuhan rumah tangga, hingga hewan ternak. Pihak Pemdes bahkan menyiapkan properti unik seperti kurungan ayam sebagai wadah jualan bagi pedagang tertentu.
Melalui inisiatif ini, diharapkan perputaran uang di Desa Pongangan semakin cepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Dengan adanya Pasar Kliwon, aktivitas ekonomi bisa berputar di desa sendiri. Warga tidak perlu jauh-jauh, dan pembeli dari luar pun bisa datang langsung ke Pongangan. Ini sangat membantu perputaran ekonomi lokal,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah