RADAR GRESIK — Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Kabupaten Gresik merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-8 dalam sebuah acara meriah di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Minggu (7/12).
Perayaan ini mengusung tema “Bersama PASQI memperkuat lembaga PASQI sebagai lembaga bersama untuk mengembangkan budaya, kesenian qasidah, di kabupaten Gresik,” dan diwarnai dengan pemberian santunan bagi anak-anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Samwil, turut hadir dan menyampaikan ucapan selamat serta dorongan kuat bagi PASQI. Beliau menaruh harapan besar agar PASQI Kabupaten Gresik dapat menorehkan prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini adalah harapan yang harus diwujudkan oleh PASQI Kabupaten Gresik. Terus giat berlatih, dan para pembinanya harus senantiasa semangat,” tegas Dr. H. Samwil, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gresik, menginspirasi para anggota untuk terus berinovasi dan berkarya.
Sementara itu, H. Sutrisno, selaku Pembina PASQI, menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Gresik terus memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelestarian serta pengembangan budaya dan kesenian di wilayahnya.
Keberadaan PASQI, yang saat ini berhasil membina 62 grup qasidah, merupakan bukti nyata komitmen kuat terhadap pelestarian seni tradisional yang kaya akan nilai-nilai Islam.
Pada momen istimewa tersebut, H. Sutrisno, yang akrab disapa Tris, secara resmi menobatkan Dr. H. Samwil sebagai Penasihat Eksternal PASQI Kabupaten Gresik. Penobatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi dan mengakselerasi perkembangan PASQI di Kabupaten Gresik.
Ketua Umum PASQI, Saadatul Fitriyah, S.Pd.I, menuturkan bahwa HUT PASQI kali ini menjadi perenungan perjalanan sejak awal berdiri hingga saat ini, yang alhamdulillah semakin sukses dengan banyaknya anggota grup yang bergabung.
“Semoga semakin baik untuk mencapai tujuan visi misi PASQI yaitu menjaga seni islami khususnya rebana qasidah gambus di Kab. Gresik. Dan ke depan bisa membawa PASQI mengembangkan musik islami di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujar Saadatul Fitriyah.
Saadatul Fitriyah juga menyoroti pentingnya merangkul generasi muda (Gen Z).
“Kami juga memikirkan bagaimana generasi muda Gen Z untuk bisa mengetahui PASQI agar mampu bersaing dengan musik modern-modern yang berkembang saat ini,” tambahnya.
Sebagai bagian integral dari perayaan ulang tahun ini, PASQI juga menyelenggarakan kegiatan santunan bagi anak-anak yatim, menegaskan komitmen mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya luhur dengan kepedulian terhadap sesama.
Acara puncak perayaan dimeriahkan oleh pentas seni qasidah yang diikuti oleh 27 tim dari berbagai wilayah, termasuk El Qiano Kebomas, New Rindu Rosul Peganden Manyar, Putri Sunan Prapen Klangonan Kebomas, Pelangi Nada Ngipik Gresik, dan puluhan grup lainnya, menunjukkan semaraknya seni qasidah di Kabupaten Gresik.
PASQI juga secara terbuka mengundang grup-grup qasidah lain yang membutuhkan pembinaan untuk bergabung menjadi anggota, dalam upaya memperluas jangkauan dan pengaruh seni qasidah di seluruh Gresik. (rir/han)
Editor : Hany Akasah