Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kue Udel-Udelan, Camilan Tradisional Renyah di Gresik yang Tetap Eksis hingga Kini

Hany Akasah • Senin, 7 April 2025 | 19:03 WIB

 

Di tengah menjamurnya camilan modern, kue udel-udelan atau yang juga dikenal sebagai kue garpu tetap bertahan dan digemari berbagai kalangan.
Di tengah menjamurnya camilan modern, kue udel-udelan atau yang juga dikenal sebagai kue garpu tetap bertahan dan digemari berbagai kalangan.

RADAR GRESIK – Di tengah menjamurnya camilan modern, kue udel-udelan atau yang juga dikenal sebagai kue garpu tetap bertahan dan digemari berbagai kalangan.

Camilan tradisional ini dikenal karena bentuknya yang unik menyerupai pusar (udel dalam bahasa Jawa), dan masih sering dibuat di dapur-dapur rumah, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Meski dikenal di berbagai daerah, istilah udel-udelan lebih populer di masyarakat Jawa Timur karena merujuk langsung pada bentuk pusaran adonan yang menjadi ciri khasnya.

Sementara di daerah lain, kue ini kerap disebut sebagai kue garpu, karena proses pembentukannya menggunakan alat makan tersebut.

Kue ini umumnya disajikan saat momen kebersamaan seperti hari raya Idul Fitri, arisan kampung, atau sekadar teman minum teh di sore hari. Di Gresik, tradisi membuat kue udel-udelan masih hidup di tengah masyarakat.

Salah satu warga Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Ainun Nadlifah, mengatakan bahwa camilan ini menjadi favorit keluarganya sejak lama.

“Kalau dulu ibu saya bikin ini buat suguhan Lebaran atau kalau ada tamu. Sekarang saya teruskan karena anak-anak juga suka dan bahannya gampang dicari,” ujar Ainun Nadlifah.

Menurutnya, selain mudah dibuat, kue ini juga awet disimpan dan tidak mudah melempem. Hal ini membuatnya cocok dijadikan stok camilan di rumah. “Yang penting simpan di toples rapat, bisa awet sampai beberapa minggu,” tambahnya.

Meskipun tampak sederhana, kue udel-udelan menyimpan nilai budaya yang kuat. Ia merupakan bagian dari warisan kuliner rumahan yang merepresentasikan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat. Proses pembuatannya yang melibatkan anggota keluarga, dari menggulung adonan hingga menggoreng, juga menjadi ajang kebersamaan yang penuh makna.

Dengan terus dijaga dan diwariskan, kue udel-udelan membuktikan bahwa camilan tradisional tak lekang oleh waktu. Ia bukan sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari identitas budaya yang layak dilestarikan di tengah arus modernisasi. (lid/han)

Editor : Hany Akasah
#ujungpangkah #lebaran #momen #gresik #idul fitri #kue #Udel udelan