RADAR GRESIK-Lima instruktur senam di Gresik, Audy, Wetik, Wiwin, Endang, dan Titin, membentuk komunitas bernama AWWET singkatan dari inisial nama mereka.
Awalnya, saling mengenal sebagai member di salah satu sanggar. Kemudian menempuh pendidikan bersama di Surabaya dan lulus menjadi instruktur senam secara bersamaan.
Berawal dari hobi ingin hidup sehat, mereka menggeluti profesi instruktur senam yang tak hanya membawa kebahagiaan tapi juga penghasilan yang luar biasa.
Di hari biasa, dua dari mereka memiliki sanggar pribadi, sementara yang lain mengajar di beberapa sanggar. Di hari Jumat, mereka menjadi instruktur di berbagai instansi, dan di hari Minggu mengisi kegiatan senam di desa-desa.
“AWWET memiliki visi dan misi mulia untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Selain mengajar senam, kami juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti ziarah wali lima, bagi-bagi takjil dan buka bersama, serta santunan anak yatim,” ungkap Audy salah satu anggota.
Di luar kesibukan mengajar senam, mereka menyempatkan waktu untuk nongkrong bareng, saling bertukar pendapat, dan berdiskusi. Senam yang mereka gagas meliputi aerobic fun, belly dance, dan line dance.
Baca Juga: Cegah Judol di Kalangan Prajurit TNI dan PNS, Kodim 0817 Gresik Inspeksi Mendadak Puluhan Handphone
Semangat mereka tak pernah padam. Wetik mengungkapkan berbagai pengalaman yang pernah mereka rasakan.
“Kami pernah menerima job di tempat yang jauh dan pelosok Gresik, bahkan hingga keluar kota seperti Surabaya. Tantangan seperti hujan deras dan sound system yang mati tak menyurutkan langkah kami. Bahkan, pernah mengajar di tengah hujan deras karena antusiasme warga yang tinggi,” kata Wetik.
Komitmen mereka terhadap profesi ini tak perlu diragukan lagi. Mereka telah memiliki sertifikasi hingga tingkat 2 pada KKNI yang dikeluarkan oleh LSK Senam Indonesia di Jakarta pada November 2019.
“Sejak 2017, kami sudah aktif sebagai instruktur senam. Pernah kami mengambil job bersama. Meskipun yang diminta hanya satu instruktur, namun kami datangi bersama karena kebersamaan,” kata Endang dan Titik bersamaan.
Perjalanan menjadi instruktur senam memiliki banyak pengalaman unik. Kadang sepi, kadang sehari bisa dapat hingga empat job. Instansi yang sering memanfaatkan jasa mereka antara lain Polres Gresik, Pemda Gresik, beberapa OPD, perusahaan, puskesmas, kantor Kecamatan hingga kelurahan dan desa. (rir/han)
Editor : Hany Akasah