GRESIK - Biasanya kerang hanya diolah dagingnya. Dinikmati untuk dikonsumsi. Sementara, kulit kerangnya dibuang begitu saja. Namun di tangan laut di tangan pengrajin kulit kerang, Atho'ul Khasib , 43, limbah kulit kerang simping dibuat menjadi berbagai hiasan.
Seperti tempat tisu, cermin, pigora, tempat lilin, lampu gantung atau lampion (andeliours), lampu tidur, dan tempat dekor hingga interior rumah lainnya.
Dari hasil kerajinan kulit kerangnya bisa memperkerjakan warga sekitar rumahnya. Produk hasil kerjainanya bernilai ekonomis hingga tembus ke pasar luar Negri.
Baca Juga: Gula Aren Bawean Dibuat Tradisional, Sudah Masuk Pasar Luar Negeri
Warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu itu mengatakan sudah 10 tahun merintis usaha kerajinan kulit kerang. Ia berlajar sebelumnya bekerja jaga toko art di pulau Bali.
" Alhamdulillah usaha kerajinan kulit kerang simping bisa memperkejakan 11 karyawan dari warga sekitar rumah. Jam produksi mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.00, sedangkan hari Jumat libur, " ujarnya, Senin (25/9).
Tahun 2013, Khasib memulai usahanya dengan bermodal Rp 2 juta. Ia membeli alat pengerajin seperti alat pemotong kerang, alat pengeplang kerang, alat tempel dan bahan baku fiber.
Baca Juga: Batik pelajar SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik diminati Luar Negeri
Dengan alat yang sederhana itu, produk kerajinan kulit kerang diminati pasar dalam negeri seperti Bali, Jakarta dan Sidoarjo. Pasar luar negri mulai Rusia, Malaysia hingga Amerika. “Kebanyakan pesan untuk ranjang tidur dan furniture, " jelasnya.
Omzet per bulan bersih bisa mencapai Rp 5 hingga Rp 20 juta. “Untuk kiriman tetap di bali sampai saat ini, " tuturnya.
Selama ini, pihaknya mempromosikan produk kerajinannya melalui media sosial (medsos) dan langganan kerajinan ke Pulau Bali. (Yud/han)
Editor : Hany Akasah