Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Warga Gunungsari Jadikan Lahan Kosong Sebagai Kebun dan Budidaya Lele

Hany Akasah • Senin, 14 November 2022 | 13:00 WIB
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG: Warga Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas mengubah pekarangan sampah menjadi tempat berkebun dan budidaya ikan lele. (Ist./Radar Gresik)
PEMANFAATAN LAHAN KOSONG: Warga Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas mengubah pekarangan sampah menjadi tempat berkebun dan budidaya ikan lele. (Ist./Radar Gresik)
GRESIK - Di Kabupaten Gresik banyak lahan liar.  Ironisnya, lahan liar tersebut justru jadi tempat pembuangan sampah. Namun, kondisi itu sudah tidak terlihat di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas. Sejak Juli 2022 lahan tersebut dijadikan sebagai tempat berkebun dan budidaya ikan lele. Sejak saat itu, jumlah lahan liar mulai berkurang, salah satunya berada di Dusun Gunungsari Desa Ngargosari Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Para ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Wandarling (Wanita Sadar Lingkungan) akhirnya menyulap pekarangan sampah menjadi tempat indah dan segar. Terdapat berbagai tanaman mulai dari cabai, tomat, terong, pakcoy, dan lain sebagainya. Bahkan, di lahan itu pula terdapat budidamber (budidaya dalam ember) ikan lele. Air kotoran lele dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair pada tanaman.

Pembina Bank Sampah GEMES Siti Fitriyah  mengatakan, selain pengembangan dalam bidang tanaman dan budidaya ikan, disini juga terdapat pengumpulan sampah organik (sampah bahan dapur). Sampah yang sudah terkumpul kemudian digiling dan ditaruh wadah khusus yang sudah terisi maggot (larva dari lalat tentara hitam). “10.000 larva atau sekitar 1 kg larva dalam waktu 24 jam mampu mengurai sampah organik sebanyak 1 Kg. Kotoran dari maggot tersebut bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di pekarangan,” kata Fitriah.



Dikatakannya, kotoran dari maggot tersebut digunakan untuk pupuk tanaman. “Kalau maggot fresh biasanya dijual untuk makan ayam, burung, dan ikan hias. Karena maggot memiliki protein yang tinggi,” ucap Fitriah.

Hasil panen dari pekarangan tersebut dijual. Bahkan, hasil dari penjualan digunakan untuk mengembangkan tanaman lagi di lingkungannya. “Hasil dari tanaman itu saya jual ke ibu-ibu, biasanya mereka membeli Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, sesuai kebutuhan mereka. Kemudian uang dari penjualan tersebut digunakan untuk membeli pot, selang, dan kebutuhan lainnya,Ujar Ratna Sari selaku pengelola. (*/han) Editor : Hany Akasah
#budidaya #bank sampah #Kecamatan Kebomas