Para ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Wandarling (Wanita Sadar Lingkungan) akhirnya menyulap pekarangan sampah menjadi tempat indah dan segar. Terdapat berbagai tanaman mulai dari cabai, tomat, terong, pakcoy, dan lain sebagainya. Bahkan, di lahan itu pula terdapat budidamber (budidaya dalam ember) ikan lele. Air kotoran lele dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair pada tanaman.
Pembina Bank Sampah GEMES Siti Fitriyah mengatakan, selain pengembangan dalam bidang tanaman dan budidaya ikan, disini juga terdapat pengumpulan sampah organik (sampah bahan dapur). Sampah yang sudah terkumpul kemudian digiling dan ditaruh wadah khusus yang sudah terisi maggot (larva dari lalat tentara hitam). “10.000 larva atau sekitar 1 kg larva dalam waktu 24 jam mampu mengurai sampah organik sebanyak 1 Kg. Kotoran dari maggot tersebut bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang ada di pekarangan,” kata Fitriah.
Dikatakannya, kotoran dari maggot tersebut digunakan untuk pupuk tanaman. “Kalau maggot fresh biasanya dijual untuk makan ayam, burung, dan ikan hias. Karena maggot memiliki protein yang tinggi,” ucap Fitriah.
Hasil panen dari pekarangan tersebut dijual. Bahkan, hasil dari penjualan digunakan untuk mengembangkan tanaman lagi di lingkungannya. “Hasil dari tanaman itu saya jual ke ibu-ibu, biasanya mereka membeli Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, sesuai kebutuhan mereka. Kemudian uang dari penjualan tersebut digunakan untuk membeli pot, selang, dan kebutuhan lainnya,Ujar Ratna Sari selaku pengelola. (*/han) Editor : Hany Akasah