RADAR GRESIK – Alunan petikan gitar berpadu harmonis dengan tabuhan gendang memenuhi suasana aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Selasa (3/11/2026). Di tengah keterbatasan ruang gerak, sejumlah warga binaan tampak begitu antusias mengikuti sesi latihan musik.
Ada yang tampak serius memetik senar gitar, menabuh ketukan gendang, hingga melantunkan lagu dengan penuh penghayatan.
Bagi para warga binaan, aktivitas tersebut bukan sekadar pengisi waktu luang atau hiburan semata. Musik telah menjadi sarana mengekspresikan emosi diri, menyalurkan hobi, sekaligus mengeksplorasi bakat yang terpendam selama menjalani masa pembinaan pidana.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kekompakan Organisasi, DWP Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Pertemuan
Setiap nada yang dimainkan menuntut peran dan keselarasan. Warga binaan diajak belajar menyelaraskan ritme irama, saling mendengarkan satu sama lain, serta menjaga kekompakan agar lagu yang dibawakan terdengar harmonis.
Di balik aktivitas seni yang bersahaja itu, tersimpan proses pembelajaran karakter yang bernilai amat penting. Mereka dilatih menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kerja sama tim.
Bahkan, keberanian untuk tampil membawakan lagu di hadapan sesama penghuni rutan menjadi bagian dari proses membangun kembali kepercayaan diri yang sempat pupus.
Baca Juga: Komisi III DPRD Gresik Sidak Jalan Bungah-Dukun, Progres Pembangunan Baru Capai 50 Persen
Kegiatan sesi latihan musik ini merupakan salah satu pilar pembinaan kepribadian yang diprogramkan Rutan Gresik bagi para warga binaan. Melalui pendekatan seni dan budaya, mereka diberi ruang untuk mengenali potensi diri serta mengembangkannya ke arah aktivitas yang positif dan produktif.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menegaskan bahwa setiap warga binaan pada dasarnya memiliki potensi kreativitas yang patut diberi wadah untuk berkembang. Oleh sebab itu, program seni dan musik dijadikan instrumen pembinaan agar mereka tetap produktif dan berdaya guna.
“Kami ingin setiap warga binaan memiliki kesempatan menemukan serta mengasah potensinya. Melalui musik, mereka belajar berkarya, saling menguatkan, dan membangun kembali kepercayaan diri. Semoga setiap alunan nada yang dimainkan membawa energi positif dan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Dhimas.
Baca Juga: Kabel Melintang Bahayakan Warga, Komisi III DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Perda Jaringan Utilitas
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Gresik, Virga Indrawan, menjelaskan bahwa latihan musik ini dijadwalkan secara rutin dua kali dalam sepekan. Untuk tahap awal, kegiatan diprioritaskan pada pengasahan keterampilan dan penyaluran bakat dasar warga binaan.
"Untuk saat ini masih difokuskan pada latihan rutin sekaligus menjadi wadah bagi warga binaan yang memang memiliki hobi serta keterampilan bermain alat musik," terangnya.
Lewat program pembinaan berbasis seni ini, Rutan Kelas IIB Gresik berkomitmen menyajikan pendekatan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada kedisiplinan aturan, tetapi juga pengembangan potensi diri.
Baca Juga: Piala Ketua DPRD Gresik Siap Digelar, Targetkan 16 Tim SSB Kecamatan se-Kabupaten Gresik
Keterampilan yang dipupuk di dalam rutan diharapkan dapat menjadi bekal berharga saat mereka menyelesikan masa hukuman dan kembali membaur ke tengah masyarakat.
Sebab, di balik kokohnya tembok rutan, selalu ada ruang untuk belajar, berkarya, dan membenahi diri. layaknya alunan musik yang membutuhkan aneka nada untuk menciptakan harmoni, proses pemulihan hidup seseorang juga memerlukan kesabaran, kebersamaan, dan kemauan kuat untuk berubah. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik