RADAR GRESIK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mulai memperkuat langkah mitigasi guna menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.
Upaya antisipasi ini dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemetaan risiko wilayah hingga penyiapan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun strategi khusus untuk menangani dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca Juga: Jiddan Apresisasi Penindakan Rokok Ilegal di Gresik, Langkah Kuat Penegakan Hukum dan Keadilan Usaha
Sebagai langkah awal, BPBD tengah menyusun Surat Edaran (SE) mengenai kesiapsiagaan serta melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat luas.
Selain langkah administratif, upaya teknis seperti optimalisasi waduk dan embung serta patroli rutin di area rawan juga terus diintensifkan. Sukardi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan warga dalam menghadapi periode kering ini.
“Mitigasi juga kami lakukan melalui sosialisasi bahaya kekeringan dan karhutla kepada masyarakat, termasuk cara pencegahannya,” kata Sukardi pada Kamis (30/4).
Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Polres Gresik Gelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas
Hingga saat ini, BPBD telah menyiapkan cadangan distribusi bantuan air bersih sebanyak kurang lebih 250 tangki. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menambahkan bahwa pendistribusian perlengkapan pendukung seperti tandon lipat dan terpal sudah mulai dikirimkan ke beberapa wilayah prioritas, di antaranya Kecamatan Panceng, Sidayu, Duduksampeyan, hingga Balongpanggang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak kekeringan diprediksi terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Oleh karena itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan dinas pertanian agar para petani mulai beralih ke varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca kering.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat penting dalam menghadapi kekeringan ini,” tegas Sukardi.
Baca Juga: DPRD Gresik Setujui LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025, Berikan Sederet Rekomendasi Strategis
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah atau rumput sembarangan guna mencegah kebakaran lahan. Selain itu, warga diharapkan lebih hemat dalam penggunaan air bersih serta terus memantau informasi cuaca resmi agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan cepat dan tepat.
“Yang terpenting, masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca dari BMKG serta menjaga kesehatan selama musim kemarau,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah