Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Napak Tilas di Rumah Sederhana, Dari Sinilah Jejak Kepemimpinan Mantan Bupati Gresik Diukir

Cak Fir • Sabtu, 11 April 2026 | 12:19 WIB
Mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengenang masa kecilnya disebuah rumah sederhana di Desa Lowayu, Dukun Gresik.
Mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengenang masa kecilnya disebuah rumah sederhana di Desa Lowayu, Dukun Gresik.

Dukun - Di sebuah sudut kampung di Desa Lowayu Kecamatan Dukun, siang itu terasa berbeda. Matahari menggantung tinggi, tapi waktu seperti melambat saat Sambari Halim Radianto menapakkan langkahnya di depan sebuah rumah sederhana yang nyaris tak berubah meski telah dimakan usia.

Ia berhenti cukup lama. Menatap genteng tua yang mulai menghitam, dinding kusam dan teras sempit yang dulu menjadi pusat kehidupan keluarganya. Sambari duduk perlahan di bangku kayu, seperti seseorang yang tak sekadar kembali tapi sedang merangkul masa lalu.

“Mas, iki omahku sing asli biyen,” ucapnya lirih kepada Radar Gresik.

Di titik itulah, segalanya bermula. Rumah itu belum bertembok, lantainya sederhana. Tak ada kesan layak jika diukur dengan standar hari ini. Namun dari tempat itulah ibunya menghidupi keluarga berjualan rujak, dawet, hingga gorengan seperti tempe dan kerupuk.

“Mbokku dodol rujak, dodol dawet, godo tempe ambek krupuk blek neng kene,” kenangnya, matanya menerawang.

Dari halaman yang sempit itu, Sambari kecil belajar satu hal yang tak pernah ia lupakan. Hidup adalah tentang bagaimana terus belajar. Semua pelajaran itu tidak berhenti sebagai kenangan. Ia tumbuh menjadi prinsip hidup.

Dalam sebuah wawancara panjang yang pernah dimuat Radar Gresik dalam rubrik Sang Konco, Senin 01 Desember 2014, Sambari mengurai fondasi kepemimpinannya dengan kalimat sederhana, namun kuat.

“Kuncinya itu musyawarah dan koordinasi dengan semua pihak.”

Kalimat itu bukan jargon. Ia adalah refleksi pengalaman hidup.

Pria kelahiran 07 Agustus 1959 itu bukan sosok yang tumbuh dari kemewahan. Ia meniti pendidikan dari bawah, menyelesaikan studi teknik sipil, hingga kemudian mengabdi sebagai birokrat. Kariernya dimulai dari bawah, memahami detail pembangunan, hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Gresik selama dua periode, 2010–2015 dan 2016–2021.

Namun jika ditarik lebih dalam, kepemimpinannya tidak dibentuk oleh jabatan, melainkan oleh proses panjang memahami manusia.

Dalam wawancara itu, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintahan, baginya, adalah kerja kolektif.

Ia terbiasa membuka ruang dialog. Mengajak semua pihak duduk bersama. Bahkan dalam situasi sulit sekalipun, ia memilih jalan musyawarah sebagai pendekatan utama.

Baginya, keputusan terbaik lahir bukan dari ego, melainkan dari kesepahaman.

“Semua masalah pasti bisa diselesaikan kalau kita mau duduk bareng, koordinasi dan saling memahami,” tuturnya.

Pendekatan itu tercermin dalam kebijakan dan arah pembangunan yang ia jalankan. Ia mendorong percepatan infrastruktur, penguatan layanan publik, hingga pembangunan kawasan strategis di Gresik untuk mendongkrak perekonomian. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

Ia memahami betul, pembangunan bukan hanya soal beton dan angka, tapi tentang kepercayaan. Dan kepercayaan tidak bisa dibangun tanpa komunikasi.

Di teras rumah masa kecilnya, semua itu seperti menemukan titik temu. Apa yang dulu ia lihat ibunya berdagang, berinteraksi, melayani pembeli dengan kesabaran ternyata menjadi fondasi kepemimpinan yang ia jalankan puluhan tahun kemudian. Sederhana, tapi mengakar. 

Sambari terdiam sejenak. Pandangannya menyapu sudut rumah, seolah memastikan bahwa semua masih ada di tempatnya. Di titik itu, tak ada lagi sekat antara masa lalu dan masa kini.

Yang tersisa hanyalah satu garis lurus, "Bocah Ndeso Mlebu Pendopo". "Menjadi pemimpin daerah kekuatan terbesarnya bukan pada kekuasaan, melainkan pada kemampuan mendengarkan," tandasnya.

Editor : Cak Fir
#kepemimpinan #gresik #SAMBARI #BUPATI #Napak Tilas