RADAR GRESIK – Dinding tebal dan jeruji besi tidak menghalangi kekhidmatan perayaan Idulfitri 1447 H di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gresik.
Di tengah kerinduan akan rumah, ratusan warga binaan mendapatkan kejutan hangat berupa sajian kupat sayur khas Lebaran yang dibagikan langsung oleh para petugas rutan.
Momen makan bersama ini menjadi pemandangan yang menyentuh di hari kemenangan. Sajian kupat sayur yang identik dengan tradisi masyarakat Jawa saat Lebaran, menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan perhatian tetap hadir bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Baca Juga: Lebaran Penuh Berkah, 284 Warga Binaan Rutan Gresik Terima Remisi Khusus Idulfitri 2026
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk menghadirkan nuansa kekeluargaan di lingkungan rutan. Ia ingin para warga binaan tetap merasakan kegembiraan hari raya meskipun jauh dari keluarga tercinta.
“Kami ingin menghadirkan nuansa Lebaran yang hangat dan penuh kebersamaan. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga binaan agar mereka tetap bisa merasakan suasana Idulfitri meski berada di dalam rutan,” ujar Eko Widiatmoko, Senin (23/3).
Sajian kupat sayur tersebut disiapkan secara gotong royong oleh para petugas rutan. Mulai dari proses memasak hingga pendistribusian ke blok-blok hunian dilakukan dengan tertib untuk memastikan seluruh warga binaan mendapatkan porsi yang merata.
"Apa yang kita nikmati (di luar), mereka juga harus menikmatinya, Mas," tambah Eko dengan nada humanis.
Baca Juga: Warga Binaan Rutan Gresik Khatam Al-Qur'an 10 Kali, Kepala Rutan Hadiahi Songkok Barup
Perhatian kecil ini ternyata memberikan dampak emosional yang besar bagi para penghuni rutan. AT, salah satu warga binaan, mengaku tak kuasa menahan haru saat menerima piring berisi kupat sayur dari tangan petugas.
“Rasanya seperti di rumah sendiri, ada kupat sayur dan suasana kebersamaan. Meskipun tidak bisa berkumpul dengan anak dan istri, momen ini sedikit mengobati kerinduan saya akan suasana Lebaran di kampung halaman. Kami sangat berterima kasih,” ungkap AT lirih.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan emosional antara petugas dan warga binaan. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan tercipta lingkungan rutan yang kondusif, aman, dan mendukung keberhasilan proses pembinaan mental para warga binaan.
Melalui tradisi sederhana ini, Rutan Kelas IIB Gresik membuktikan bahwa kasih sayang dan semangat hari kemenangan dapat menembus tembok rutan, membawa harapan baru bagi mereka yang sedang berupaya memperbaiki diri. (yud/han)
Editor : Hany Akasah