Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Rekor Baru di Bandar Grissee: Bandeng Kawak 19 Kilogram Milik Petambak Pangkahwetan Terjual Rp 50 Juta

Hany Akasah • Selasa, 17 Maret 2026 | 06:11 WIB
Syaifullah Mahdi, petambak kawakan asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah berhasil menjadi juara satu kontes bandeng.
Syaifullah Mahdi, petambak kawakan asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah berhasil menjadi juara satu kontes bandeng.

RADAR GRESIK – Tradisi turun-temurun Pasar Bandeng Gresik kembali mencapai puncaknya dengan penuh kemeriahan di kawasan Bandar Grissee, Senin (16/3) malam.

Tahun 2026 ini menjadi catatan sejarah baru dalam peradaban budaya Kota Pudak setelah seekor bandeng kawak raksasa seberat 19 kilogram berhasil memecahkan rekor sebagai juara pertama dalam kontes tahunan tersebut.

Bandeng jumbo dengan panjang mencapai 114 sentimeter itu merupakan hasil budidaya sabar selama 17 hingga 18 tahun oleh Syaifullah Mahdi, petambak kawakan asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah.

Baca Juga: Rayakan Identitas Kota Pudak, Pemkab Gresik Gelar Kirab Budaya Warisan Budaya Tak Benda

Dalam sesi lelang yang berlangsung sengit dan penuh antusiasme warga, bandeng legendaris ini akhirnya ditebus oleh Petrokimia Gresik dengan nilai fantastis sebesar Rp 50 juta.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar keramaian musiman menjelang Idul Fitri. Baginya, perayaan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya yang telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI).

“Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan, Malam Selawe, hingga Festival Bandeng Kawak ini. Tradisi budaya ini harus terus kita jaga karena memiliki dampak multiplier effect yang nyata, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Baca Juga: Pacu Semangat Peternak Balongpanggang Gresik, Babinsa Berikan Pendampingan Guna Penuhi Kebutuhan Daging di Bulan Ramadan

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi penopang ekonomi daerah, Gus Yani juga menyinggung kemudahan akses bagi para petambak. Pemerintah telah mendistribusikan 9.825 ton pupuk bersubsidi yang terdiri dari Urea, SP-36, dan organik dengan harga terjangkau untuk memotivasi para petani tambak agar terus menghasilkan bandeng kualitas super.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan bahwa penetapan Pasar Bandeng sebagai WBTBI pada tahun 2025 mempertegas nilai sejarah dan sosial yang diwariskan lintas generasi.

Selain Pasar Bandeng, empat karya budaya lainnya seperti Kupat Keteg dan Pencak Macan juga telah dikukuhkan secara nasional, menunjukkan keseriusan Gresik dalam merawat jati diri daerah.

Baca Juga: Permintaan Nail Art dan Lash Lift di Gresik Melejit Demi Tampil Elegan saat Silaturahmi

Dalam pengumuman kontes malam itu, dominasi petambak Ujungpangkah terlihat jelas. Selain Syaifullah Mahdi di posisi pertama, juara kedua diraih oleh Askin dari desa yang sama dengan bandeng berbobot 14 kilogram.

Sementara juara ketiga diraih oleh Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan berat bandeng 8 kilogram.

Syaifullah Mahdi, sang pemenang rekor, menuturkan bahwa kunci dari hasil luar biasa ini adalah waktu dan ketelatenan. Ia harus memastikan ekosistem tambak terjaga selama hampir dua dekade agar ikan tersebut bisa tumbuh maksimal melampaui ukuran normal.

Baca Juga: Pastikan Mudik Aman, Kapolres Gresik Cek Kesiapan Personel di Pospam

Kemeriahan malam itu ditutup dengan suasana kebersamaan yang hangat melalui penampilan tari tradisi, santunan anak yatim, hingga sesi live cooking bersama Chef Rudy Choiruddin. Sebanyak 2.000 porsi bandeng siap saji dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memadati lokasi, menegaskan bahwa identitas "Gresik ya Bandeng" tetap hidup dan terus lestari di hati warganya. (han) 

Editor : Hany Akasah
#kontes #Bandeng #fandi akhmad yani #gresik #Lelang #rekor