RADAR GRESIK – Ibadah umrah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum yang sangat dinantikan masyarakat Kabupaten Gresik.
Namun, dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian tidak menentu membuat Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) Gresik mengeluarkan imbauan tegas terkait keselamatan jemaah.
Hingga saat ini, proses kepulangan jemaah asal Gresik terus dipantau. Kabar terbaru menyebutkan sebanyak 28 jemaah umrah yang berangkat melalui travel PT Oky Raisa Nusantara telah tiba di tanah air dengan selamat pada Sabtu malam (7/3). Kedatangan rombongan ini dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Gresik, Lulus, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, total jemaah dari travel tersebut yang sudah kembali ke Indonesia mencapai 50 orang.
“Yang landing tadi malam ada 28 orang, semuanya aman. Jadi total yang sudah kembali berdasarkan informasi yang kami terima sebanyak 50 jemaah dari total 222 orang yang sebelumnya diberangkatkan,” ujar Lulus, Minggu (8/3).
Lulus menambahkan, sebagian jemaah lainnya telah tiba lebih dulu pada tanggal 3 dan 4 Maret 2026. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan perkembangan terbaru mengenai sisa jemaah yang masih berada di luar negeri.
Kemenhaj Gresik menegaskan akan terus memantau situasi keamanan di Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis. Perlindungan warga negara, khususnya para jemaah, menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Mengingat aspek keselamatan, Lulus mengimbau kepada masyarakat Gresik, terutama calon jemaah umrah yang memiliki jadwal keberangkatan dalam waktu dekat, untuk mempertimbangkan penundaan rencana perjalanan mereka.
“Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah, kami menghimbau kepada jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menunda keberangkatannya sampai situasi di kawasan Timur Tengah kembali aman dan kondusif,” tutupnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah