RADAR GRESIK – Sebagai daerah yang dijuluki Kota Wali dengan lebih dari 209 pondok pesantren, denyut kehidupan di Kabupaten Gresik tak lepas dari peran ribuan santri.
Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas para santri pun meningkat drastis dengan jadwal mengaji dan ibadah yang padat. Memahami kesibukan tersebut, Satlantas Polres Gresik meluncurkan program inovatif bernama SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi).
Program ini hadir sebagai solusi "jemput bola" agar para santri tetap bisa mengurus legalitas berkendara tanpa harus mengganggu jadwal ibadah atau pendidikan di pesantren. Layanan khusus permohonan SIM A dan SIM C ini dibuka setiap hari Jumat selama Ramadan 1447 H.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk fleksibilitas pelayanan publik yang menyesuaikan dengan realitas sosial di lapangan.
“Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujar AKP Nur Arifin, Sabtu (28/2).
Salah satu keunggulan program ini adalah sifatnya yang inklusif. Layanan SIM Santri Trendi tidak terbatas bagi warga ber-KTP Gresik saja. Para santri dari luar daerah yang sedang menimba ilmu di Gresik tetap bisa mendaftar.
Syaratnya cukup mudah, pemohon hanya perlu menunjukkan Kartu Santri atau identitas pondok pesantren yang masih aktif sebagai bukti domisili.
Meski memberikan kemudahan akses, AKP Nur Arifin menegaskan bahwa tidak ada "jalur instan" dalam penerbitan SIM ini. Seluruh santri wajib mengikuti prosedur standar, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik.
“Pihak kepolisian menegaskan tidak ada jalur instan. Seluruh pemohon tetap wajib melalui tahapan standar. Hal ini memastikan bahwa predikat ‘Trendi’ bukan sekadar slogan, melainkan representasi santri yang benar-benar cakap dan patuh di jalan raya,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi jembatan antara disiplin spiritual di pesantren dan disiplin hukum di jalan raya. Jika di pesantren santri dididik patuh pada kitab dan kiai, maka di jalan raya mereka diharapkan patuh pada rambu dan etika berlalu lintas.
Melalui SIM Santri Trendi, Polres Gresik berharap para santri dapat tampil sebagai pelopor keselamatan berkendara. Dengan demikian, kemuliaan Ramadan tidak hanya terpancar dari ruang-ruang ibadah, tetapi juga tercermin dari ketertiban di setiap lajur jalan raya di Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany Akasah