RADAR GRESIK – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik mencatat angka pelanggaran lalu lintas yang cukup signifikan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Dalam kurun waktu dua pekan, tercatat sebanyak 36.233 pelanggar telah ditindak di berbagai titik wilayah Kabupaten Gresik. Fokus operasi kali ini mencakup pengawasan ketat terhadap kelengkapan berkendara hingga pemeriksaan kelaikan angkutan umum di Terminal Bunder.
Secara rinci, penindakan tersebut terdiri dari 1.155 tilang melalui ETLE statis, 10 tilang manual, serta mayoritas berupa teguran langsung di lapangan yang mencapai 35.061 tindakan.
Selain kendaraan pribadi, petugas juga memberikan perhatian khusus pada angkutan barang dengan menindak 7 truk yang terbukti melanggar aturan Over Dimension Over Load (ODOL).
Kasatlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, pelanggaran didominasi oleh pengendara usia produktif yang melakukan mobilitas pada jam-jam sibuk.
"Pelanggaran mayoritas pada jam produktif, didominasi pengemudi sepeda motor dan mobil pribadi," ujar AKP Nur Arifin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kelompok usia 16 hingga 21 tahun, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan karyawan, menjadi pelanggar terbanyak. Jenis pelanggaran yang paling mendominasi adalah pengendara yang tidak menggunakan helm.
Hal ini menjadi perhatian serius kepolisian karena kelalaian tersebut berbanding lurus dengan tingkat fatalitas saat terjadi kecelakaan, terutama di ruas jalan utama Gresik yang padat dengan kendaraan besar.
Ketidakpatuhan tersebut berdampak nyata pada angka kecelakaan di lapangan. AKP Nur Arifin memaparkan data kecelakaan yang terjadi selama periode operasi tersebut berlangsung.
"Selama dua pekan terakhir, tercatat 73 peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan total kerugian material mencapai sekitar Rp137,2 juta. Sementara jumlah korban luka-luka mencapai 96 orang," jelasnya.
Menanggapi situasi ini, Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, menyatakan telah memetakan tujuh titik rawan pelanggaran yang akan menjadi fokus pengawasan ke depan.
Langkah antisipasi akan diperkuat dengan penempatan personel secara maksimal di lokasi-lokasi rawan tersebut.
Selain tindakan represif, Satlantas Polres Gresik juga mengedepankan langkah preventif dengan merangkul berbagai lapisan masyarakat.
Edukasi dan sosialisasi intensif terus dilakukan kepada kalangan pelajar, karyawan, hingga komunitas motor agar mereka dapat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Kepatuhan kolektif diharapkan menjadi kunci dalam menekan angka fatalitas kecelakaan.
"Musibah kecelakaan bisa muncul dari kelalaian pengendara lain. Karena itu kepatuhan berlalu lintas wajib dilakukan oleh seluruh pengguna jalan," pungkas AKP Nur Arifin. (yud/han)
Editor : Hany Akasah