RADAR GRESIK – Menghadapi dinamika industri ritel dan properti komersial yang kian menantang, PT Dharma Graha Utama (DGU) memantapkan langkah strategis untuk tahun 2026.
Melalui Rapat Kerja ke-6 yang digelar di Aston Gresik Hotel & Conference Center, Sabtu (7/2), pengelola Gressmall dan Aston Gresik ini menargetkan pertumbuhan signifikan sebesar 10 hingga 15 persen.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi perusahaan, termasuk Owner dan Penasihat Utama PT DGU, Ir. H. Bambang Harjo Soekartono, serta Direktur Utama PT Dharma Graha Utama, Erwin H. Poedjono.
Forum ini menjadi momentum evaluasi atas kinerja tahun 2025 yang sempat menghadapi tantangan berat akibat pergeseran aktivitas pasar.
Erwin H. Poedjono mengakui bahwa sepanjang 2025, perusahaan mengalami sedikit kontraksi dengan penurunan kinerja total sekitar 7 persen. Namun, optimisme muncul seiring membaiknya ritme bisnis pada triwulan keempat.
"Sepanjang 2025 memang terjadi penurunan. Namun di triwulan keempat, ritme mulai kembali membaik seiring pelonggaran aktivitas dan perbaikan kondisi keuangan. Saat itu kami mulai memikirkan pasar baru untuk dikembangkan di 2026," ungkap Erwin.
Untuk mencapai target pertumbuhan di tahun 2026, Erwin menekankan pentingnya penguatan pada aspek fundamental operasional dan pelayanan sebelum melakukan ekspansi lebih jauh.
"Fokus utama kami adalah memperkuat pelayanan, pemasaran, dan basic operasional terlebih dahulu. Sekitar 95 persen kami fokuskan ke situ, sambil tetap melakukan pengembangan dan perluasan agar mal semakin dikenal dan diminati," tambahnya.
Salah satu terobosan yang disiapkan adalah membidik ceruk pasar wisata religi. Segmen ini dinilai memiliki potensi besar di Gresik dan diharapkan mampu melengkapi segmen industri yang selama ini menjadi pasar utama. Strategi ini diperkuat dengan konsep experience-based destination di Gressmall.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menjelaskan bahwa mal kini bertransformasi menjadi ruang hidup bagi komunitas.
"Gressmall tidak lagi kami posisikan semata sebagai tempat belanja saja, namun juga sebagai ruang pengalaman yang terintegrasi dengan hospitality, hiburan, dan aktivitas komunitas," jelas Erich.
Sinergi ini turut diamini oleh General Manager Aston Gresik, S. Paminta Nugraha. Menurutnya, kolaborasi antara perhotelan dan pusat perbelanjaan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi tamu dan pengunjung.
"Kolaborasi antara hotel dan pusat perbelanjaan membuka peluang untuk menciptakan pengalaman menginap yang lebih lengkap bagi tamu. Aston Gresik dan Gressmall optimistis dapat tumbuh bersama," kata Paminta.
Dengan komitmen pada inovasi dan kontribusi sosial, PT Dharma Graha Utama bertekad menjadikan aset kelolaannya bukan sekadar pusat bisnis, melainkan bagian dari perjalanan hidup masyarakat.
"Ke depan, PT Dharma Graha Utama berkomitmen menjadikan Gressmall dan Aston Gresik sebagai ruang publik yang hidup, adaptif, dan berdaya saing. Bukan sekadar pusat perbelanjaan dan hotel, tetapi bagian dari cerita masyarakat Gresik," pungkas Erwin. (jar/han)
Editor : Hany Akasah