RADAR GRESIK – Laga Derby Jawa Timur antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) Gresik pada Jumat (7/11) malam, akan menjadi fokus pengamanan ketat.
Penjagaan difokuskan di perbatasan Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya untuk mengantisipasi potensi kehadiran pendukung tim tamu, atau yang akrab disapa Bonek, yang dilarang hadir.
Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza, menegaskan bahwa sesuai peraturan Liga Super, pertandingan Persik melawan Persebaya ini tidak diperbolehkan dihadiri suporter tim tamu.
"Sesuai peraturan, suporter tim tamu dilarang hadir," kata Ipda Hepi, Jumat (7/11).
Untuk memastikan aturan tersebut ditaati dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Gresik mengerahkan sebanyak 850 personel gabungan TNI-Polri.
Petugas akan melakukan penjagaan berlapis di beberapa titik, yakni perbatasan Kabupaten Gresik — Kota Surabaya dan kawasan Stadion Gelora Joko Samudro.
Petugas akan menyisir setiap warga yang kedapatan membawa atribut suporter tamu Persebaya Surabaya. "Kita sudah berkoordinasi dengan dua tim, Persik maupun Persebaya, untuk sama-sama menjaga kamtibmas," jelasnya.
Pihak Polres Gresik mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat Gresik, untuk saling menjaga kondusifitas daerah. Laga ini secara khusus hanya diperbolehkan dihadiri oleh suporter tuan rumah, Persik Kediri.
Pertandingan Derby Jatim ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gejos, Gresik, pukul 19.00 WIB.
Pertandingan kandang Persik Kediri terpaksa dipindahkan ke Gresik setelah Polres Kediri Kota tidak memberikan izin untuk digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. (yud/han)
Editor : Hany Akasah