Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

KUA Gresik Bongkar Filosofi di Balik Tepuk Sakinah yang Viral, Mengandung Lima Pilar Pencegah KDRT

Fajar Yuliyanto • Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:53 WIB
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik, Nasichun Amin.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik, Nasichun Amin.

RADAR GRESIK – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gresik, Nasichun Amin, memberikan pesan mendalam tentang makna di balik permainan edukatif Tepuk Sakinah yang belakangan viral di media sosial.

Menurutnya, Tepuk Sakinah bukan sekadar permainan atau hiburan dalam pembinaan calon pengantin (Binwin), tetapi sarat dengan nilai-nilai filosofis yang dapat mencegah terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kalau Tepuk Sakinah itu benar-benar dipahami dan diresapi maknanya, sebenarnya bisa menjadi benteng dalam membangun keluarga yang harmonis, sekaligus mencegah KDRT," katanya.

Tepuk Sakinah merupakan salah satu game atau ice breaking yang digunakan dalam pembinaan calon pengantin. Melalui permainan ini, para peserta dapat memahami lima pilar utama dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah:

“Ada lima pilar utama yang terkandung dalam Tepuk Sakinah, yakni berpasangan, janji kokoh, rasa cinta dan rasa hormat, saling menjaga dan saling ridha, serta musyawarah,"ujarnya.

Nasichun Amin menjelaskan makna dari setiap pilar, dimana berpasangan mengandung makna bahwa suami dan istri adalah pasangan yang ditetapkan Allah untuk saling melengkapi dan menghormati.

Serta janji Kokoh (Mitsaqan Ghalidha) artinya, akad nikah bukan hanya sekadar ucapan qobiltu, tetapi perjanjian yang sakral dan disaksikan oleh Allah SWT.

Yang ketiga rasa cinta dan rasa hormat yang sangat penting dipahami, bahwa manusia memiliki kekurangan dan kelebihan yang harus diterima.

Keempat, saling jaga dan saling ridho merujuk pada Al-Qur'an, di mana suami dan istri adalah pakaian bagi pasangannya, sehingga aib pasangan tidak boleh diumbar.

Yang terakhir musyawarah wajib ditanamkan dalam kehidupan rumah tangga, termasuk dalam menentukan jumlah anak untuk mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan kuat.

“Tepuk Sakinah bukan wajib dihafalkan, tapi wajib dipahami maknanya. Kalau dipahami, insyaallah rumah tangga akan sakinah dan terhindar dari KDRT," imbuhnya.

Diketahui, Tepuk Sakinah sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 2017 dalam berbagai kegiatan pembinaan keluarga. Namun, baru-baru ini mendadak viral di media sosial.

“Paling tidak dengan adanya Tepuk Sakinah viral ini, bisa kembali mengingatkan kita tentang esensi pernikahan,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#gresik #akad nikah #Kemenag #tepuk sakinah #KUA