Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

BPBD Gresik Tinjau Tanggul Kali Lamong Jebol di Sedapurklagen, Warga Khawatir Banjir Datang Lagi

Fajar Yuliyanto • Jumat, 24 Oktober 2025 | 18:35 WIB
RADAR GRESIK – Menjelang datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik segera meninjau lokasi tanggul Kali Lamong yang jebol di Desa Sedapurklagen.
RADAR GRESIK – Menjelang datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik segera meninjau lokasi tanggul Kali Lamong yang jebol di Desa Sedapurklagen.

RADAR GRESIK – Menjelang datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik segera meninjau lokasi tanggul Kali Lamong yang jebol di Desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar luapan air sungai tidak kembali merendam area pertanian dan pemukiman warga.

Kepala BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lapangan pada Rabu (22/10) setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kerusakan tanggul.

“Tadi ada laporan dari masyarakat dan kami langsung mengecek lokasi. Kalau melihat kondisi tanggul saat ini, bila air Kali Lamong meluap bisa langsung masuk ke area pertanian dan lingkungan warga,” kata Sukardi yang didampingi oleh pemerintah Desa Sedapurklagen dan Kecamatan Benjeng.

Kepala Desa (Kades) Sedapurklagen, Suto Prayitno, menyampaikan bahwa survei kali ini mencakup titik tanggul yang mengalami kerusakan parah sepanjang sekitar 80 meter. Kerusakan tanggul ini sudah terjadi sejak awal tahun 2024.

Lebih lanjut, Prayitno mengkhawatirkan dampak banjir akan parah karena terdapat lima titik tanggul yang jebol di Dusun Lumpang, Desa Sedapurklagen.

Perwakilan kelompok tani (Poktan), Muslan, juga meminta perbaikan segera direalisasikan.

“Kami minta tanggul ini segera diperbaiki supaya air sungai Kali Lamong tidak meluas. Kalau banjir, airnya bisa setinggi satu setengah meter. Semoga cepat diselesaikan,” pungkasnya.

Sukardi menjelaskan bahwa hasil survei ini akan segera disampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mendapat penanganan sesegera mungkin. Salah satu bentuk penanganan yang direncanakan adalah normalisasi sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik.

“Normalisasi Kali Lamong saat ini sedang berjalan, dimulai dari wilayah Sekarputih. Namun, memang belum sampai ke Desa Sedapurklagen. Kami akan koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sukardi menambahkan, BPBD Gresik akan terus memantau daerah-daerah rawan banjir sebagai bagian dari langkah mitigasi dini. Hasil pemantauan akan dilaporkan ke OPD terkait agar pengawasan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#jebol #BPBD #gresik #Benjeng #Tanggul #Sedapurklagen