Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

DLH Gresik Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar untuk Mesin Mining Landfill Olah Sampah Tertimbun

Fajar Yuliyanto • Senin, 6 Oktober 2025 | 00:14 WIB
SUASANA : Tempat pembuangan akhir (TPA) di Ngipik Gresik.
SUASANA : Tempat pembuangan akhir (TPA) di Ngipik Gresik.

RADAR GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bergerak cepat mengatasi kondisi overload sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Untuk itu, DLH menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar guna menghadirkan mesin canggih bernama Mining Landfill di TPA Ngipik Gresik.

Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi penumpukan sampah yang sudah tertimbun lebih dari 10 tahun. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ngipik Gresik, Purwaningtyas Noor Mariansyah atau yang akrab disapa Wawan menyampaikan bahwa proses pengadaan mesin tersebut saat ini sedang berada pada tahap tender cepat.

“Anggaran yang tersedia Rp 8 miliar, sekarang dalam proses pengadaan tender cepat,” kata Wawan.

Menurut Wawan, pihaknya menargetkan mesin Mining Landfill ini sudah dapat digunakan untuk uji coba pada Desember 2025 mendatang.

“Harapannya di bulan Desember besok Mining Landfill ini sudah bisa untuk uji coba,” ujarnya.

Mesin Mining Landfill dirancang untuk mengolah sampah lama menjadi berbagai jenis produk olahan. Hasil olahan tersebut antara lain cacahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk media tanam di taman kota atau urugan, dan cacahan anorganik plastik RDF (Refuse Derived Fuel). Produk cacahan plastik RDF inilah yang selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif (waste to energy).

“Dengan kapasitas tersebut, DLH Gresik memperkirakan butuh waktu sekitar 11 tahun untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Ngipik, belum termasuk waktu pemeliharaan,” pungkas Wawan. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#dlh #gresik #landfill mining #Ngipik #Sampah #TPA