RADAR GRESIK - Merespons aksi anarkisme yang menyusup dalam demonstrasi di berbagai kota, sejumlah elemen masyarakat di Gresik secara proaktif turun tangan membantu Pemerintah Kabupaten, TNI, dan Polri untuk menjaga keamanan wilayah. Aksi kolaboratif ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusuhan di Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mehenu, mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat telah menyatakan komitmennya. Mereka terdiri dari Ormas, LSM, Perguruan Silat, Karang Taruna, Perangkat Desa, hingga Dewan Pengurus Masjid.
Mereka semua sepakat untuk melakukan penjagaan bersama di sejumlah fasilitas umum, seperti kantor polisi, kantor desa, kecamatan, dan fasilitas publik lainnya.
"Mereka tidak ingin ada aksi anarkis yang terjadi di Kabupaten Gresik. Oleh karena itu, dari Pemkab, TNI, dan Polri bersama dengan berbagai organisasi dan elemen masyarakat melakukan penjagaan," ujar AKBP Rovan.
Para pimpinan organisasi juga berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta kerukunan antarorganisasi. Mereka siap mengarahkan anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang melanggar hukum.
"Mereka juga siap untuk menjaga aset nama besar tiap kecamatan dan Kabupaten Gresik demi menjaga kemanan dan ketertiban untuk kepentingan masyarakat umum," jelasnya.
AKBP Rovan juga telah berkoordinasi dengan Ketua Dewan Masjid Kabupaten Gresik. Tujuannya adalah untuk mengajak para jamaah di masjid memperbanyak ibadah, zikir, dan doa bersama. Hal ini diharapkan agar "Kota Santri" tetap damai, tentram, dan terhindar dari musibah.
Ketua dewan masjid juga diminta untuk membantu mengawasi dan memantau anak-anak muda agar tidak terlibat dalam kegiatan yang tidak bermanfaat atau berpotensi merugikan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah