RADAR GRESIK - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara Peringatan Hari Juang Polri yang berlangsung khidmat di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Kamis (21/8). Acara ini menjadi momentum penting untuk meneladani semangat para pahlawan dan mengukuhkan komitmen Polri dalam mengabdi kepada bangsa.
Dalam amanatnya, Jenderal Sigit menekankan bahwa Hari Juang Polri bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan simbol dedikasi dan pengabdian Polri.
"Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa," tegasnya.
Upacara ini semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional, termasuk para mantan Kapolri seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihardjo, Jenderal (Purn) S. Bimantoro, dan Jenderal (Purn) Sutarman.
Selain itu, hadir pula Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, serta para pejabat penting lainnya dari TNI dan Kejaksaan.
Momen paling mengharukan terjadi saat keluarga pahlawan kepolisian Moehammad Jasin dan Moekar hadir. Kapolri memberikan santunan kepada mereka dan para veteran Seroja Timor Timur sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengorbanan mereka. Usai upacara, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin, sosok yang dikenal sebagai Bapak Brimob dan penggerak semangat kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Di tempat terpisah, Polres Gresik turut menggelar upacara yang dipimpin oleh Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro. Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan pesan penting kepada seluruh jajarannya.
"Hari Juang Polri adalah momentum untuk meneladani semangat pengabdian para pendahulu kita. Dengan semangat itu, Polres Gresik berkomitmen untuk selalu hadir, melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat," ujar AKBP Rovan.
Peringatan ini menjadi pengingat sejarah perjuangan Polri yang dimulai pada 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya, yang menyatakan bahwa polisi bersatu dengan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.
Ikrar tersebut kemudian diikuti dengan aksi melucuti senjata Jepang dan membagikannya kepada para pejuang, menjadikan Polri bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa.
Dengan semangat yang sama, peringatan Hari Juang Polri tahun ini menegaskan kembali tekad Polri untuk terus berjuang bersama rakyat dalam menjaga keutuhan bangsa. (yud/han)
Editor : Hany Akasah