Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pameran Layar Berkembang Gresik Movie, Refleksi Kolektif dan Dinamika Pengarsipan Komunitas

Fajar Yuliyanto • Rabu, 16 Juli 2025 | 17:25 WIB
MELIHAT : Pameran layar berkembang yang disuguhkan oleh komunitas
MELIHAT : Pameran layar berkembang yang disuguhkan oleh komunitas

RADAR GRESIK - Pameran ini bukan sekadar nostalgia, melainkan refleksi mendalam tentang proses kolektif dan dinamika pengarsipan yang hidup bersama komunitas. Menyambut tahun ke-14 kiprah komunikasinya, Gresik Movie menghadirkan pameran bertajuk "Layar Berkembang" yang digelar mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2025 di Loteng Galeri, Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik.

Komunitas film yang berdiri sejak 28 Oktober 2011 ini menggelar pameran "Layar Berkembang" sebagai upaya menelusuri kembali perjalanan kolektif Gresik Movie, dari perkampungan, alat terbatas, hingga layar seadanya.

"Layar Berkembang" bukan hanya menghadirkan dokumentasi masa lalu. Pameran ini menawarkan pengalaman membaca arsip sebagai sesuatu yang aktif dalam menghidupkan ingatan, membuka ruang tafsir, dan menumbuhkan rasa memiliki. Dalam hal ini, arsip tidak hanya terbatas pada kebendaan, tetapi juga peristiwa, keterhubungan, proses berkarya, membangun jejaring, dan membentuk ekosistem kultural.

Di dalamnya terdapat poster film, foto-foto produksi, kumpulan skenario, kaus komunitas, catatan rapat, serta atribut-atribut lain yang pernah mengisi ruang kolektif. Semuanya merekam semangat yang sama, yaitu bagaimana film dipilih sebagai cara untuk mencintai kota ini.

Dikuratori oleh Raja Iqbal Islamy, pameran ini juga menunjukkan bahwa kerja komunitas tak pernah selesai. Ia terus berlangsung, berpindah bentuk, dan menyesuaikan diri dengan ruang yang tersedia. Dari satu layar ke layar yang lain, dari satu putaran ke diskusi warga. “Gresik Movie telah menyadari bahwa komunitas lebih dari sekadar pembuat film pengarsip hidup dari kota yang terus tumbuh,” kata Raja.

Menurutnya, dalam arsip Gresik Movie sejak dibentuk hingga sekarang, ditemukan setidaknya 150 kolaborator, 120 kegiatan terselenggara, 117 liputan media cetak maupun daring/jurnal, 48 film yang diproduksi, didukung, maupun berkolaborasi, kemudian 135 video dokumentasi, dan 80 iklan layanan masyarakat.

Selama satu bulan penuh, pengunjung pameran "Layar Berkembang" tidak hanya diajak melihat, tetapi juga terlibat. Akan ada beragam program yang membuka kemungkinan temu dan pertukaran gagasan, di antaranya adalah lokakarya kuratorial, pemutaran film di rooftop Sualoka, lokakarya memasak ide cerita, tur dan talk show bersama kurator, pertunjukan monolog, diskusi buku, dan layar tancap bersama warga Kampung Kemasan.

“Semua program dirancang untuk mengajak publik, terutama warga Gresik, terlibat aktif dalam mengimajinasikan masa depan sebuah kota sebagai ruang tumbuh melalui arsip, film, dan komunitas,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Pameran #pengarsipan #Gresik Movie #layar berkembang