Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gresik Berbangga, Labibah SMAN 1 Kebomas Gemilang, Siap Kibarkan Pusaka di Peringatan Kemerdekaan RI ke-80

Fajar Yuliyanto • Kamis, 10 Juli 2025 | 17:21 WIB
Labibah saat meminta izin daeri wakil Bupati Gresik dr Ascluhul Alif menjadi paskibraka di tingkat nasional
Labibah saat meminta izin daeri wakil Bupati Gresik dr Ascluhul Alif menjadi paskibraka di tingkat nasional

RADAR GRESIK -  Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Gresik. Labibah Syarifatu Zulfa Mashum, siswi SMAN 1 Kebomas, berhasil lolos seleksi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2025.

Labibah akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Agustus mendatang.

Labibah mengungkapkan minatnya pada kegiatan Paskibra sudah tumbuh sejak SMP. Ia aktif di OSIS dan ekstrakurikuler Paskibra saat bersekolah di SMPN 15 Duduksampeyan.

“Waktu SD belum ada Paskibra, tapi di SMP saya aktif organisasi dan Paskib,” ujar Labibah.

Meski sempat vakum karena keterbatasan pembina, ia tak menyerah. Dukungan keluarga dan lingkungan membuatnya semakin mantap melangkah.

“Sempat nggak aktif karena gurunya nggak ada. Tapi sekarang banyak yang mendukung saya untuk lebih berani,” jelas siswi yang tinggal di Dusun Samirplapan, Desa Samir, Kecamatan Duduksampeyan ini.

Saat masuk SMAN 1 Kebomas, Labibah bergabung di ekstrakurikuler Paskibra sekolah yang dikenal dengan nama Pasus atau Paskunemas. Ia memulai seleksi di tingkat kabupaten hingga akhirnya lolos ke tingkat provinsi.

“Seleksi provinsi digelar 5–9 Mei di kantor BPSDM Jawa Timur,” terangnya.

Pada seleksi tingkat provinsi, Gresik mengirim empat wakil: satu siswa dari Driyorejo, dua dari SMAN 1 Kebomas termasuk Labibah, dan satu dari Sidayu. Setelah serangkaian tes, hanya dua peserta lolos sebagai Paskibraka Provinsi Jatim: Labibah dan satu peserta dari Driyorejo.

Seleksi Paskibraka dikenal ketat dan detail. Peserta wajib lolos tes pengetahuan kebangsaan, tes intelegensi umum, psikotes, parade postur tubuh, pemeriksaan kesehatan fisik, hingga kemampuan baris-berbaris (PBB).

“Waktu parade postur, kaki diperiksa apakah O atau X karena kalau O tidak bisa jadi Paskibra. Juga dicek bekas luka atau keloid,” jelasnya.

Labibah berkesempatan mengikuti seleksi tingkat nasional pada 25–29 Juni 2025 di Jakarta. Meski belum berhasil lolos nasional, ia tetap bangga dengan pencapaian ini.

“Yang ikut seleksi nasional ada dari Kediri, Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, Surabaya. Saya belum lolos nasional, tapi tetap bangga sampai tahap itu,” ungkapnya.

Sebelum berangkat ke seleksi nasional, Labibah sempat mendapat dukungan moral langsung dari Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif.

“Pak Wabup berpesan agar tetap semangat. Hasilnya bagaimana pun yang penting sudah berusaha,” kenangnya.

Meski belum ada pembagian tugas resmi untuk formasi Paskibraka Provinsi Jatim 2025, Labibah menyatakan siap ditempatkan di mana pun.

“Harapannya setelah masuk Paskibraka provinsi, penempatan seperti apa ya disyukuri. Tugas utama kami jelas: mengibarkan Pusaka Bendera Merah Putih di Hari Kemerdekaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini pendaftaran Paskibraka hanya dibuka untuk siswa kelas 10 sehingga kesempatan ini benar-benar sekali seumur hidup.

“Makanya saya totalitas. Meski nanti belum tahu ditempatkan di mana, yang penting sudah berjuang sampai di sini,” pungkas Labibah. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Paskibraka Jawa Timur 2025 #gresik #siswa SMAN 1 Kebomas #kemerdekaan #osis #Labibah Syarifatu Zulfa Mashum