Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Terkuak, Strategi Baru Pemkab Gresik Bakal Olah 150 Ton Sampah Tiap Hari, Apa Rahasianya?

Hany Akasah • Jumat, 30 Mei 2025 | 00:52 WIB
TANGANI PERSOALAN SAMPAH: Bupati Gresik saat memantau TPST di Gresik selatan yang bakal juga dibangun di utara khususnya Panceng, Kamis (29/5).
TANGANI PERSOALAN SAMPAH: Bupati Gresik saat memantau TPST di Gresik selatan yang bakal juga dibangun di utara khususnya Panceng, Kamis (29/5).

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik memulai langkah strategis dalam menangani persoalan sampah.

Sosialisasi pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, tengah digencarkan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Gresik untuk mengatasi masalah sampah secara komprehensif.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menjelaskan pembangunan TPST Gresik Utara ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi menyeluruh.

"TPST ini bukan tempat penimbun, tapi pengelolaan sampah dan diolah berbagai macam kompos seperti refuse derived fuel (RDF), dan lain sebagainya," tegas dr. Alif.

TPST yang akan dibangun ini direncanakan mampu mengelola hingga 150 ton sampah setiap hari. Sampah tersebut akan berasal dari berbagai kecamatan di Gresik Utara, termasuk Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, dan wilayah sekitarnya.

Pembangunan TPST ini juga sejalan dengan komitmen Pemkab Gresik untuk memperbanyak Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di tingkat desa agar pengelolaan sampah berjalan lancar. Meski demikian, proyek ini tidak akan dilakukan secara terburu-buru.

"Saya tidak ingin sebagian tertawa, sebagian menangis. Semua harus tertawa bahagia. Maka di sini masyarakat harus berdiskusi," jelas dr. Alif, didampingi Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, Camat Panceng, dan Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) di Gresik Utara. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Gresik terhadap proses yang partisipatif.

Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menambahkan pemerintah berkomitmen pada proses yang partisipatif dalam membangun TPST di Gresik Utara. "Kami tidak boleh tergesa-gesa, semua harus merasakan manfaatnya," terang Sri, Kamis (29/5).

Saat ini, Kabupaten Gresik memiliki dua TPST yang aktif: di Gresik Tengah (Ngipik) dan Gresik Selatan (Belahan Rejo). Dengan adanya TPST di tiga zona ini, diharapkan permasalahan sampah di seluruh Kabupaten Gresik dapat terselesaikan. "Kami berharap dengan adanya TPST di tiga zona ini akan dapat menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Gresik," pungkas Sri.(jar/han)

Editor : Hany Akasah
#plt #Pemkab #TPST #gresik #strategi #Sampah #BUPATI #Ton