RADAR GRESIK - Sore hari menjadi mimpi buruk bagi puluhan petambak di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik. Gelombang tinggi air laut (banjir rob) datang menerjang, menjebolkan tanggul-tanggul pembatas tambak dan menghanyutkan ikan-ikan budidaya yang siap panen. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini menyebabkan kerugian yang signifikan bagi para petambak.
Luapan air laut yang begitu cepat merobohkan tanggul pembatas tambak yang umumnya terbuat dari susunan batu bata dan karung pasir. Agus, seorang petambak asal Desa Kramat Mengare, menjadi saksi betapa dahsyatnya terjangan rob tersebut.
"Air laut pasang datang sangat cepat dan langsung meluber ke tambak-tambak. Banyak ikan yang ikut arus dan hilang," cerita Agus dengan nada kecewa, Kamis (1/5).
Lokasi tambak Agus menjadi salah satu yang terparah karena berdekatan dengan galangan pembatas laut. Material tanggul yang jebol bahkan ikut menyerbu lahan tambaknya. Ia menduga, tingginya air pasang kali ini melebihi kemampuan tanggul untuk menahan tekanan.
"Sepertinya air pasangnya terlalu besar, jadi tanggul tidak kuat menahan," ujarnya.
Banjir rob memang menjadi persoalan tahunan di Mengare. Namun, kali ini Agus dan petambak lainnya merasakan dampak yang lebih parah. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan dan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan mata pencaharian mereka.
"Kami sangat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah. Ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi setiap tahun. Kami butuh kepastian agar tidak terus merugi," tegas Agus. (jar/han)
Editor : Hany Akasah