Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Usai Salat Subuh Lebaran Hari ke-Tujuh, Warga Sungonlegowo Gresik Keliling Makan Ketupat Bareng-bareng

Hany Akasah • Senin, 7 April 2025 | 19:16 WIB
Tradisi kupatan masih terus dijaga oleh warga Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Gresik. Senin pagi (7/4)
Tradisi kupatan masih terus dijaga oleh warga Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Gresik. Senin pagi (7/4)

Radar Gresik - Tradisi kupatan masih terus dijaga oleh warga Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Gresik. Senin pagi (7/4), selepas salat subuh, warga tampak berkumpul di teras Mushola untuk mengikuti rangkaian kegiatan kupatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.

Dalam suasana yang sederhana namun akrab, para bapak-bapak tampak duduk bersila, mengenakan sarung dan baju koko, dengan hidangan khas kupatan terhidang di tengah-tengah mereka. Ketupat, lepet, Kotok'an, hingga sayur bersantan disajikan dalam wadah besar, siap disantap bersama-sama setelah doa dan sholawat.

Acara diawali dengan pembacaan sholawat secara bersama-sama yang dipimpin oleh salah satu tokoh masyarakat. Lantunan sholawat menggema di sekitar mushola, disusul doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. dengan harapan semoga keluarga diberi keberkahan, desa dijauhkan dari mara bahaya, dan amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.

Noer Azizah (55), warga jalan pelabuhan yang turut serta dalam acara tersebut, menyebut momen ini sebagai waktu yang dinanti setiap tahun. “Kupatan ini bukan cuma soal makan ketupat, tapi juga soal rasa guyub. Kita duduk bareng, berdoa, lalu makan bersama” tuturnya.

Husni Mubarok (62), salah satu warga menambahkan bahwa tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi. “Setelah seminggu Lebaran, biasanya kesibukan sudah mulai jalan. Tapi di hari ketujuh ini kita sempatkan kumpul,” ujarnya.

Tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik modernisasi dan arus digitalisasi yang serba cepat, masyarakat pedesaan masih punya cara sendiri untuk menjaga kehangatan dan nilai luhur. Kupatan bukan sekadar ketupat dan lepet, melainkan tentang menjaga warisan budaya, mempererat silaturahmi, dan menebar doa-doa baik dari satu rumah ke rumah lainnya. Warga berharap tradisi ini terus dijaga dan diwariskan ke generasi muda agar makna kebersamaan dan rasa syukur tetap hidup di tengah arus modernisasi.

(Fhm)

Editor : Hany Akasah
#lebaran #subuh #Tradisi #gresik #ketupat #ketujuh