Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Udik-Udikan di Desa Suci Gresik, Hujan Rezeki dan Sukacita yang Lestarikan Tradisi Ketupat

Hany Akasah • Senin, 7 April 2025 | 18:46 WIB

Di berbagai penjuru Desa Suci, dari gang-gang sempit hingga jalan utama yang biasanya lengang, pemandangan tak biasa mulai tersaji.
Di berbagai penjuru Desa Suci, dari gang-gang sempit hingga jalan utama yang biasanya lengang, pemandangan tak biasa mulai tersaji.

RADAR GRESIK - Gema takbir Idul Fitri telah lama berlalu, namun semarak perayaan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, justru kian membuncah. Delapan hari pasca Syawal, desa ini memiliki cara unik dan penuh kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Ketupat tradisi udik-udikan.

Sebuah ritual warisan leluhur yang setiap tahunnya mampu menyihir seisi desa menjadi lautan sukacita dan rebutan rezeki.

Pagi itu, usai lantunan doa dan tahlil yang khusyuk menggema dari masjid dan musala sebagai ungkapan syukur atas rahmat Ramadan, suasana khidmat seketika berubah menjadi riuh rendah.

Di berbagai penjuru Desa Suci, dari gang-gang sempit hingga jalan utama yang biasanya lengang, pemandangan tak biasa mulai tersaji.

Orang-orang dewasa dengan senyum merekah berdiri di depan rumah, di balik jendela, bahkan tak jarang dari lantai atas, siap meluncurkan "hujan" rezeki berupa uang receh dan lembaran kertas yang nilainya beragam.

Baca Juga: Selain Delegan, Pantai Hippo Sidorejo Menarik Dikunjungi, Miliki Edukasi Laut dengan Pesona Pesisir Utara Gresik

Udik-udikan, demikianlah tradisi ini dikenal, menjadi magnet bagi seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak dengan mata berbinar dan langkah kaki riang berlarian kesana kemari, berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin uang yang bertebaran di tanah.

Remaja tak kalah antusias, bercampur dengan orang dewasa yang ikut memeriahkan suasana dengan tawa dan canda. Teriakan kegirangan dan seruan semangat saling bersahutan, menciptakan orkestra kebahagiaan yang khas di Hari Raya Ketupat Desa Suci.

Hampir setiap rumah di desa ini turut ambil bagian dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pemandangan warga yang menyebarkan uang dari berbagai sudut rumah menjadi pemandangan lumrah.

Tak jarang, amplop-amplop berisi uang kertas juga ikut disebarkan, layaknya angpao lebaran yang menggantikan ketupat dan jajanan tradisional yang dulunya menjadi "isi" utama udik-udikan.

Baca Juga: Dari Gresik United Faris Abdul Hafizh Kembali ke Persib Bandung, Tambah Kedalaman Tim di Tengah Kompetisi

Pergeseran isi udik-udikan dari makanan ke uang dalam satu dekade terakhir ternyata tidak mengurangi esensi dan makna tradisi ini. Justru sebaliknya, bagi masyarakat Desa Suci, perubahan ini dianggap sebagai bentuk adaptasi yang lebih praktis dan tetap mempertahankan semangat berbagi yang menjadi inti dari udik-udikan.

Hujan uang ini bukan sekadar memberikan kesenangan sesaat bagi mereka yang berhasil mengumpulkannya, namun lebih dari itu, menjadi perekat tali silaturahmi antarwarga. Dalam riuhnya rebutan, tak jarang terdengar sapaan hangat, ucapan selamat hari raya, dan lambaian tangan penuh persaudaraan.

Lebih jauh, tradisi udik-udikan di Desa Suci adalah oase di tengah arus modernisasi. Di saat kesibukan dan individualisme seringkali mendominasi kehidupan perkotaan, tradisi ini hadir sebagai pengingat akan pentingnya kebersamaan dan berbagi kebahagiaan secara sederhana.

Baca Juga: Jajanan Keripik Khas Laut Jadi Hidangan Idola yang Disajikan di Meja Tamu Warga Gresik

Di balik tawa riang anak-anak dan senyum sumringah orang dewasa, tersimpan nilai-nilai luhur budaya lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Warga Desa Suci memiliki harapan besar agar tradisi udik-udikan ini akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Mereka menyadari betul bahwa tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan identitas dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan desa mereka.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, udik-udikan menjadi jangkar budaya yang kuat, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kebersamaan dan semangat berbagi yang tulus.

Di Desa Suci, setiap Hari Raya Ketupat, hujan rezeki dan sukacita ini akan terus mengguyur, memelihara tradisi yang telah menjadi denyut nadi kehidupan bermasyarakat. (lid/han)

Editor : Hany Akasah
#lebaran #Tradisi #gresik #manyar #idul fitri #Hujan #ketupat #koin #Uang