RADAR GRESIK - Selama Ramadan 2025, kawasan Gresik Kota Baru (GKB) menjadi lebih hidup dengan pemandangan baru yang menarik perhatian. Sejumlah pedagang takjil di area ini kini berjualan menggunakan mobil pribadi mereka, menggantikan gerobak atau motor yang biasa digunakan pada tahun-tahun sebelumnya. Konsep ini telah menjadi tren baru yang cukup diminati, membuat banyak warga penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.
Salah satu alasan utama mengapa pedagang memilih menggunakan mobil pribadi sebagai lapak adalah kepraktisan dan fleksibilitas. Bagian belakang mobil sengaja dibuka lebar dan disulap menjadi lapak dadakan yang rapi dan bersih. Pedagang dapat menampilkan berbagai menu takjil dengan lebih terorganisir dan estetis, memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman bagi pembeli.
Menurut Herianto, salah seorang pedagang takjil yang berjualan dengan mobil di GKB.
"Menggunakan mobil membuat kami lebih mudah mengatur barang dan berpindah tempat. Kami bisa menawarkan lebih banyak pilihan takjil dan menghindari kesulitan yang sering terjadi dengan gerobak atau motor," jelasnya.
Bagi pembeli, berbelanja takjil di lapak mobil memberikan pengalaman yang lebih nyaman. Warga tidak perlu berdesakan di antara kerumunan seperti yang biasa terjadi di pasar takjil atau warung kecil. Mereka bisa dengan leluasa memilih takjil yang diinginkan sambil menikmati suasana yang lebih bersih dan rapi.
Ratna, salah satu warga Gresik yang sering berburu takjil di kawasan GKB, mengungkapkan, "Saya lebih suka membeli takjil dari mobil karena lebih praktis dan rapi. Kami bisa melihat semua pilihan dengan lebih mudah tanpa harus berebut dengan orang lain," jelasnya.
Di sisi lain, penggunaan mobil sebagai tempat berjualan memberikan fleksibilitas bagi pedagang. Dewi, seorang pedagang lain, menambahkan mobil memudahkan kami untuk membawa banyak barang dan juga bisa berpindah tempat dengan lebih cepat.
”Ini sangat menguntungkan terutama jika ada tempat yang ramai dikunjungi warga," ungkapnya.
Selain itu, konsep lapak mobil ini memberikan kesan eksklusif yang menarik bagi warga. Beberapa lapak terlihat seperti sebuah bazar mini yang menyajikan takjil dalam suasana yang lebih santai dan "sultan gabut." Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang sedang mencari pengalaman ngabuburit yang berbeda dari biasanya.
Dengan hadirnya lapak-lapak takjil yang menggunakan mobil ini, GKB kini menjadi salah satu spot favorit bagi warga yang ingin berburu takjil menjelang buka puasa.
Tidak hanya menawarkan kepraktisan, namun konsep ini juga menambah warna baru dalam tradisi ngabuburit di Gresik yang biasanya dilakukan di warung atau lapak biasa.
Ahmad Firdaus, seorang pengamat ekonomi lokal, menjelaskan fenomena ini dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para pedagang. "Ini adalah bentuk inovasi yang menarik dan bermanfaat. Pedagang bisa menghemat biaya sewa tempat, sementara konsumen juga mendapat pengalaman yang lebih menyenangkan. Selama konsep ini diterapkan dengan baik, kedepannya bisa menjadi alternatif yang menarik di bulan Ramadan," katanya. (kia/han)
Editor : Hany Akasah