Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Masyarakat Tionghoa Sambut Tahun Ular Kayu Dalam Peringatan Imlek di Klenteng Tua Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Kamis, 30 Januari 2025 | 02:03 WIB

 

KHUSUK : Puluhan Umat Konghucu di kabupaten Gresik saat melakukan sembahyang di Klenteng Kim Hin Kiong,Gresik Sambut Tahun Baru Imlek 2576.
KHUSUK : Puluhan Umat Konghucu di kabupaten Gresik saat melakukan sembahyang di Klenteng Kim Hin Kiong,Gresik Sambut Tahun Baru Imlek 2576.

RADAR GRESIK - Puluhan umat Konghucu menghadiri kelenteng untuk sembahyang menyambut tahun baru Imlek 2576 Kongzili di Klenteng Kim Hin Kiong yang terletak di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik yang menjadi klenteng tertua di pulau Jawa.

Sembahyang Imlek menjadi salah satu ritual wajib bagi masyarakat Tionghoa, termasuk umat Konghucu, setiap tahun baru, ritual doa bersama ini bisa dilakukan di Klenteng.

Masyarakat Tionghoa yang menganut agama Budha, Konghucu, dan Taoisme juga akan merayakan tahun baru dengan sembayang dan berdoa. Sembahyang Imlek dilakukan sebelum dan sesudah tahun baru.

Salah satu ibadah wajib bagi umat Konghucu adalah ibadah zhu xi atau chuxi. Dalam bahasa Mandarin, chuxi dimaknai sebagai malam penutupan tahun.

Ibadah ini dilakukan pada hari terakhir di bulan ke-12 kongzili (shi eryue sanshiri). Menjelang pergantian tahun sekitar pukul 23.00-01.00.

Ginza Limantoro, salah satu pengunjung klenteng berharap agar di tahun yang depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Harapannya dari Imlek kali ini, agar kedepannya bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumya. Semoga untuk bangsa Indonesia menjadi rukun dan tentram," katanya.

Sementara itu, Ketua TITD Kim Hin Kiong, Tan Sutanto, mengatakan agar momen imlek ini bangsa Indonesia menjadi aman dan tentram bagi seluruh masyarakat.

"Momen imlek ini menjadikan Indonesia menjadi aman dan tentram karena toleransi antar umat beragama nya," ujarnya.

Sutanto menambahkan bahwa dengan adanya Imlek ini menjadi penanda refleksi diri atas apa yang telah dilakukan selama satu tahun ini.

"Imlek menjadi refleksi diri dimana kita sudah melakukan berbagai macam hal selama satu tahun ini. Hal ini menjadi penanda agar kita ingat sang Pencipta mengenai kesehatan yang diberikannya kepada kita," pungkasnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Imlek di Klenteng Tua Gresik Berjalan Kondusif, Banser Turut Pula Amankan

Diketahui Imlek tahun 2025 pada 29 Januari ini, dikenal dalam kalender Tionghoa sebagai tahun ular kayu.

Diprediksi menjadi periode penuh perubahan dan transformasi, sehingga seluruh masyarakat indonesia juga mendapatkan hal baik di tahun ular kayu ini.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Imlek #klenteng #gresik #Akhir Tahun #umat #tionghoa #Kongzili