RADAR GRESIK-Gebyar Festival Pencak Macan ke-10 kembali diselenggarakan oleh Paguyuban Seni Tradisi Lumpur Gresik (PSTLG). Acara tersebut diadakan pada tanggal 11 dan 12 Oktober, yang berlokasi di Gadukan atau Tempat Pelelangan Ikan ( TPI) Lumpur, Gresik.
Tak hanya penampilan pencak macan saja, akan tetapi gebyar pencak macan dimeriahkan dengan bazar UMKM.
Terdapat puluhan berbagai stand makanan dan minuman yang bergabung dalam bazar ini. Untuk Bazar UMKM ini sudah buka mulai pukul 17.00 WIB.
Banyak berbagai ragam kuliner, mulai dari makanan tradisional khas Gresik sampai makanan ala kekinian anak muda.
Yang menjadi Gong dari acara ini adalah penampilan pencak macan.Menjadi lebih menarik karena pementasan di perankan oleh anak-anak yang berusia maksimal 14tahun dan setiap grub beranggotakan maksimal delapan orang.
Baca Juga: Kunjungi Desa Pacuh, Jiddan Serahkan Bantuan Bedah Rumah dan Ajak Warga Menangkan Yani-Alif
Seniman Lumpur M Fattah mengatakan, pencak macan adalah tradisi budaya khas Gresik yang berasal dari Desa Lumpur, Gresik.
Dalam pementasan pencak macan terdiri dari beberapa karakter seperti pendekar, monyet, macan dan genderuwo atau hantu lainnya, yang tentunya beragamnya karakter mempunyai masing-masing makna. Seperti Pendekar ini orang yang mengajak untuk bertaqwa kepada Allah SWT.
Macan adalah gambaran manusia yang ingin menguasai segalanya, monyet menggambarkan kenakalan , kelucuan dan kejahilan manusia.
“Sedangkan sosok genderuwo melambangkan sosok setan yang berusaha mengganggu dan menjerumuskan manusia,” katanya.
Acara tersebut tentunya banyak menarik antusias warga Gresik. Tak hanya dihadiri penduduk lokal dari desa lumpur saja, akan tetapi warga kota gresik diluar desa lumpur tampak tertarik dengan acara festival ini.
Baca Juga: Sandra Dewi Bersaksi, Ini yang Disampaikan saat Sidang di Pengadilan Tipikor Soal Aset Suami
Contohnya Daru (21) asal Sidayu yang rela menempuh perjalanan cukup jauh karena penasaran dengan festival pencak macan ini, karena ia baru pertama kali menonton pentas tersebut.
"Saya dari Sidayu, awalnya kepo karena temen nyebar pamflet acara ini. Berhubung saya belum nonton padahal dari gresik juga. Jadi ya saya rela jauh dari Sidayu kesini, buat nonton pencak macan " Ujarnya.
Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta atas budaya lokal yang sudah menjadi turun menurun dan dapat dilestarikan agar tidak hilang.
“Dengan adanya festival ini mengenalkan UMKM untuk membantu perekonomian disekitar masyarakat agar lebih dikenal luas,” tandas Fattah. (nov/ilm/han)
Editor : Hany Akasah