RADAR GRESIK- Kabar gembira bagi seluruh insan pendidikan di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Jawa Timur 2024 memberikan tambahan anggaran kisaran Rp 620 miliar untuk memenuhi kekurangan anggaran dan penguatan program dalam dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pada APBD Murni 2024 pihaknya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 8.933.377.873.527. Sedangkan dalam P-APBD berubah menjadi Rp9.554.223.274.3993 atau bertambah Rp 620.845.400.866.
"Tambahan anggaran tersebut, digunakan untuk pemenuhan tambahan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) selama 3 bulan baik ke sekolah negeri maupun swasta di Jatim sebesar Rp461 miliar. Sehingga total BPOPP tahun 2024 ini menjadi sebanyak 9 bulan," ujarnya, Selasa (23/7).
Pj Walikota Batu itu menambahkan sebelumnya sekolah negeri BPOPP lebih banyak dibanding swasta. Namun, menurutnya, tahun ini pihaknya sudah menyamakan semuanya (negeri maupun swasta) menjadi 9 bulan.
"Ini sesuai permintaan dan harapan teman teman di DPRD Jatim," tutur Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Tambahan anggaran tersebut digunakan untuk pemenuhan kekurangan tunjangan guru honorer baik berstatus Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) karena pada APBD Murni tidak ada anggarannya.
“Kekuarangannya sekitar Rp200 sekian miliar,” jelas mKepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Sedangkan sisanya, digunakan untuk rehabitasi sekolah, rehabilitasi gedung dinas pendidikan maupun rehab UPT.
“Yang kami prioritaskan itu sekolah yang rusak karena bencana dan gedung UPT yang kondisinya sangat memprihatinkan," pungkas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Aries Agung Paewai. (mus/han)
Editor : Hany Akasah